Berita

PSS Sleman Akhirnya Takluk di Kandang Sendiri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman secara mengejutkan takluk di hadapan publiknya sendiri kala menjamu PSIS Semarang pada Rabu (17/7). Bagus Nirwanto dan kolega harus kebobolan tiga gol setelah unggul lebih dulu lewat gol cepat Brian Ferreira.

Pada babak pertama, PSIS langsung tancap gas menekan pertahanan tuan rumah. Para pemain PSIS langsung mengurung kotak penalti PSS. Namun di menit ke 4’, serangan melalui lemparan ke dalam berhasil dimanfaatkan Brian Ferreira untuk menusuk ke dalam kotak penalti. Tendangan kaki kanannya pun tak mampu dibendung oleh Jandia Eka Putra.

Namun, situasi berubah 180 derajat setelah gol cepat itu. PSIS bersemangat kembali melakukan serangan dan melakukan pressing tinggi. Lini tengah PSS yang diisi oleh Batata, Kambuaya dan Brian tidak mampu keluar dari situasi tersebut. Bola-bola yang ada dimiliki PSS menjadi berputar-putar dan tidak terdistribusi dengan baik.

Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh tim Mahesa Jenar. Ketika PSIS memenangkan bola, mereka langsung mengarahkan ke arah fullback PSS yang tidak tercover dengan baik. Alhasil di menit ke 33’, gol pertama mereka hadir melalui umpan Fredyan Wahyu dan diselesaikan Escobar secara berkelas.

Tak selesai sampai disitu, petaka bagi PSS hadir kembali sepuluh menit kemudian. Kemelut di kotak penalti PSS, membuat koordinasi kurang berjalan dengan baik. Bola pantulan dianggap wasit Iwan Sukoco mengenai tangan Asyraq Gufron. Wallace Costa sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Skor berbalik 1-2 untuk keunggulan tim tamu.

PSS berusaha untuk bangkit. Beberapa peluang sempat hadir. Tak jarang pula serangan PSS mandek di lini tengah akibat pressing tinggi yang diterapkan lawan. Mimpi buruk itu benar-benar hadir ketika PSIS begitu nyaman dalam mendistribusikan bola.

Bola crossing PSIS dari sisi kanan pertahanan Super Elja, berhasil di tepis Try Hamdani. Namun bola bergerak liar dan mengarah ke arah Bayu Nugraha. Mendapat kesempatan itu pemain bernomor pugggung 92 itu langsung melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang PSS.

Di babak kedua, situasi tidak berubah seperti babak pertama. PSS masih belum bisa mendistribusikan bola dengan baik. Yevhen bahkan kesulitan untuk mendapatkan aliran-aliran bola. Sementara serangan balik PSIS berulang kali membahayakan pertahanan Super Elja. Coach Seto mencoba memasukkan Saimima untuk mengubah keadaan.

Namun itu semua belum cukup. Batata masih sendirian di lini belakang untuk menjemput bola. Sementara posisinya kerap kali ditekan oleh Patrick Mota dan Artur Bonai. Yudo yang dimasukkan untuk membongkar pertahanan pun juga tidak berbuat banyak. Pertahanan yang di galang Wallace Costa begitu rapat dan bisa membaca pola serangan PSS. Situasi deadlock ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.