Berita

PSS Tetap Optimis Meski Menghadapi Pemuncak Klasemen

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bhayangkara FC akan menjadi lawan selanjutnya bagi PSS Sleman pada pekan ke-13 Liga 1 musim ini. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Manahan sore ini (22/11).

Dejan Antonic, dalam konferensi pers pralaga, menyatakan bahwa penampilan terakhir Super Elja sudah menunjukkan progres yang baik. Hasil 2 kali menang dan 1 kali imbang menjadi modal mereka untuk menantang Bhayangkara FC selaku pemuncak klasemen.

Pelatih asal Serbia itu juga mengapresiasi anak asuhnya yang tetap berusaha keras dalam latihan. Harapannya, Laskar Sembada dapat memperpanjang catatan positif yang hingga saat ini sudah 3 laga beruntun tak terkalahkan.

“Para pemain dalam keadaan yang siap walaupun Saddam dan Ega belum bisa bergabung. Puji tuhan, Maslac sudah bergabung. Hasil terbaik menjadi target kita besok (hari ini, red.),” ujar Dejan.

Sementara itu, Arsyad Yusgiantoro sebagai perwakilan pemain menambahkan bahwa ia dan rekan-rekan dalam keadaan prima untuk menghadapi Bhayangkara FC.

“Kita sudah siap tampil all out dan meraih kemenangan untuk Sleman Fans,” tutur pemain sayap asal Tulungagung itu.

Mengenai lawan yang akan dihadapi, Dejan mengingatkan bahwa Bhayangkara FC merupakan tim kuat yang tidak bisa diremehkan. Buktinya, klub berjuluk The Guardian itu sedang bertengger di posisi teratas klasemen sementara.

“Mereka adalah pemuncak klasemen. Level permainanya jelas sangat bagus. Walaupun kemarin sempat kalah, tidak dengan mudah merubah status mereka sebagai tim dengan penampilan yang mengesankan,” ujar mantan nahkoda Persib Bandung tersebut.

Arsyad mengamini pendapat Dejan. Menurutnya, kualitas pemain asing Bhayangkara FC patut untuk diwaspadai.

“Untuk Bhayangkara sendiri kita patut untuk mewaspadai punggawa asingnya. Mereka jadi kunci dari apiknya performa Bhayangkara,” ungkap mantan winger PSM Makssar tersebut.

Selanjutnya, mengenai beban yang PSS pikul saat ini, Dejan menjawabnya dengan realistis.

“Beban tetap ada. Di dalam maupun luar lapangan. Tiga pertandingan terakhir kita bagus, tetapi dengan jadwal seri ketiga, kita juga tetap harus realistis dengan segala kemungkinan yang akan terjadi,” ungkapnya.

Seri ketiga memang menjadi sorotan Dejan. Terdapat 8 pertandingan dengan jadwal yang sangat padat. Laga menghadapi The Guardian sore ini (22/11) hanya berjarak tiga hari setelah Super Elja melawan Juku Eja.

Ditambah lagi, kondisi kompetisi yang bergulir di masa pandemi yang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia menggarisbawahi bahwa situasi itu dialami oleh semua tim Liga 1, tak hanya Laskar Sembada.

“Tidak hanya untuk PSS Sleman, liga di tengah pandemi membuat tim tidak stabil. Beruntung bagi kita yang sedang berada di tren positif. Semoga kita dapat mempertahankannya,” tutup pelatih berpaspor Hongkong itu.

Komentar

Comments are closed.