Berita

PSS Tunduk atas Madura United

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman harus menelan pil pahit kembali. Setelah meraih tiga poin pada pekan lalu, Laskar Sembada kalah tipis 1-0 dari Madura United di Stadion Madya pada laga lanjutan Liga 1.

Laskar Sape Kerap mengontrol jalannya pertandingan dengan tempo yang lambat, meski Super Elja memegang penguasaan bola dengan presentasi 54% berbanding 46%.

Akan tetapi, setiap PSS melakukan progresi secara cepat selalu patah di kaki pemain Madura United. Setelah itu, mereka langsung men-delay bola agar tempo laga kembali turun.

Efektivitas dalam mengatur tempo permainan ini membuat Madura United berhasil menciptakan tendangan tepat sasaran sebanyak 3 kali.

Di ujung babak pertama tendangan keras David Laly setelah menerima umpan silang dari Dodi Alex Van Djin hampir merobek jala Ega Rizky. Beruntung bagi Laskar Sembada karena si kulit bulat hanya membentur tiang.

PSS sempat beberapa kali mencoba membalas melaui Irkham Mila. Sayang sekali dari beberapa kesempatan itu, tendangannya masih mentah karena pemain bertahan Laskar Sape Kerap dapat membaca arah bola.

Kokohnya lini tengah Madura United membuat PSS terpaksa melancarkan umpan lambung. Namun, cara itu tetap tidak mendatangkan keuntungan bagi Laskar Sembada, karena Jaimerson Xavier dan Fachrudin Aryanto mampu melakukan antisipasi dengan mudah.

Dua pemain belakang tersebut berpostur di atas tinggi rata-rata penyerang Super Elja yang menjadi sasaran umpan. Belum lagi terdapat Kim Jin-sung dan Hugo Gomes di lini tengah yang juga lihai dalam mematahkan serangan.

Keberhasilan lawan meredam gaya permainan cepat dan direct membuat Laskar Sembada pada situasi sulit untuk berkembang. Sebaliknya, Madura United justru mendapat peluang pada menit ke-58.

Jaimerson yang naik cukup tinggi berhasil melakukan intersep di lini tengah. Mendapat ruang tembak ideal, bek yang terkenal akan tendangan jarak jauhnya itu memafaatkannya dengan baik. Bola hasil sepakan kerasnya mengenai kaki Samsul Arifin dan masuk ke gawang PSS. Satu kosong.

Setelah memimpin, Madura United bermain lebih lepas dan terbuka. Mereka mampu menambah ancaman dengan dua kali melancarkan tembakan tepat sasaran ke gawang Ega Rizky.

Permainan terbuka Madura United sebenarnya meningkatkan kesempatan Irfan Jaya, Mila, dan Hokky Caraka untuk mengeksploitasi ruang yang terbuka. Namun tetap saja para penggawa Super Elja terlihat kebingungan saat berada di final third.

Memasukkan beberapa pemain bertipikal menyerang di lini tengah, seperti Irfan Bachdim, Ocvian Chanigio, maupun Juninho pun tak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang terdengar, skor tak berubah, dan PSS harus mengakui keunggulan lawannya.

Statistik disediakan oleh Lapangbola.
Komentar

Comments are closed.