Berita

PSSI Tetapkan Force Majeure Akibat Corona

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Meningkatnya kasus positif pandemi Corona di Indonesia membuat kompetisi teratas sepakbola Indonesia terhenti. Sebelumnya,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengeluarkan surat terkait perpanjangan darurat wabah bencana tersebut hingga 29 Mei 2020. Oleh karena itu, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku organisasi tertinggi segera mengambil keputusan.

Melalui surat yang ditandatangani oleh Mohamad Irawan selaku Ketua Umum PSSI, maka situasi force majeure ditetapkan terhadap sepakbola Indonesia. Situasi ini berlaku selama empat bulan yakni Maret, April, Mei dan Juni 2020. Selain itu dalam surat tersebut juga tercantum tentang perubahan nilai kontrak kerja kepada pelatih, staf pelatih dan pemain maksimal sebesar 25%.

Selain itu kompetisi Liga 1 dan Liga 2 resmi dihentikan untuk sementara waktu. Pencabutan keputusan ini hanya bisa dicabut menunggu perkembangan dari pandemi Corona yang nantinya akan disampaikan oleh Ketua Umum PSSI tersebut.

Sementara itu PS Sleman sebagai salah satu kontestan Liga 1 berencana melakukan rapat koordinasi dengan CEO, Marco Paulo Garcia, untuk menentukan sikap atas surat edaran tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh manager Danilo Fernando seperti dikutip dari indosport.com.

“Besok (hari ini) kita akan menggelar rapat dengan Pak Marco Garcia Paulo (CEO PSS) soal surat ini. Termasuk itu masalah kontrak dan gaji pemain. Nanti kita bahas jangka pendek dulu sampai bulan Juni nanti. Kita diskusikan semua dengan direksi dan manajemen,” ungkap Danilo pada Jumat (27/03) lalu.

Setelah melakukan laga tandang melawan Persib Bandung, skuat PS Sleman sendiri langsung diliburkan. Dengan adanya pandemi Corona kemungkinan besar waktu libur akan ditambah sesuai dengan perkembangan kondisi yang ada di Indonesia.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.