Berita

Pulang Kampung, Brian Tetap Prioritaskan PSS Musim Depan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pemain asing asal Argentina, Brian Ferreira resmi berpamitan di depan publik Maguwoharjo setelah PS Sleman menjalani laga melawan Bali United pada Rabu (6/11) lalu. Pria berusia 25 tahun itu akhirnya memutuskan pulang kampung guna menjalani proses pengobatannya.

Pada acara seremonial perpisahannya, Brian tampak berjalan ke tengah lapangan dan berdiri di samping pelatih kepala Seto Nurdiyantoro. Suasana menjadi haru saat ia menyampaikan ucapan perpisahan, diiringi tepuk tangan dan teriakan-teriakan memangil nama seorang Brian Ferreira.

“Saya ucapkan terima kasih untuk suporter semua yang sudah mendukung saya,” ucap Brian seperti yang dilansir oleh media Goal.com.

Setelah menyanyikan lagu Sampai Kau Bisa bersama tim, Brian sempat menjelaskan perasaanya selama hampir satu musim di Sleman. Tak lupa ia juga meminta doa agar pemulihan cederanya bisa berjalan lancar.

“Saya sangat enjoy berada di Sleman. Saya minta doa teman-teman semua untuk pemulihan cedera berjalan lancar. Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen, teman satu tim, pelatih, ofisial, dan suporter. Musim yang sangat hebat untuk saya,” jelas Brian.

Pesepakbola yang sangat berbahaya di posisi gelandang serang ini juga sedikit menceritakan soal masa depannya. Bila kondisi di Sleman cocok untuknya, bukan tidak mungkin ia memprioristankan untuk kembali ke Bumi Sembada.

“Saya ingin memulihkan sakit di Argentina. Seperti apa musim depan, belum bisa saya tentukan. Tapi melihat mereka mendukung sangat luar biasa, saya akan prioritaskan kembali ke sini,” ungkapnya.

Sementara itu Seto Nurdiyantoro mencoba untuk legowo atas kehilangan Brian disisa kompetisi. Pelatih kelahiran Kalasan 44 tahun yang lalu itu sedang  berusaha untuk memaksimalkan sejumlah gelandang PSS yang masih tersedia saat ini.

“Sebenarnya dengan Brian atau tanpa Brian kita juga pernah menang, walaupun berbeda tipikal cara bermain. Sementara sekarang yang kami punya hampir semuanya stylish, kalau mau diubahpun butuh waktu. Jadi kita mencoba memaksimalkan yang ada,” pungkasnya.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.