Berita

Renegosiasi Kontrak, Yevhen dan Batata Tunggu Kata sepakat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh sektor perekenomian dan industri olahraga, tak terkecuali sepakbola. Kompetisi sepakbola tertinggi di Tanah Air, Shopee Liga 1 musim 2020 pun terpaksa berhenti dan memaksanya dalam kondisi force majeur.

Imbas dari pagebluk itu pun meluas dari sponsor hingga kesejahteraan pemain. Liga yang tak berjalan, membuat para sponsor kembali meninjau ulang kerja sama mereka. Tentu hal itu berbanding lurus dengan nilai kontrak pemain yang harus dibayarkan klub.

Bulan Juli lalu, PSSI mengumpulkan sejumlah klub dari Liga 1 dan Liga 2. Hasilnya induk sepakbola tertinggi di Tanah Air tersebut memberikan lampu hijau terkait pemotongan gaji hingga 50% besarnya sampai bulan Oktober. Pemotongan gaji itu diizinkan di tengah krisis klub yang menghadapi kerugian akibat pandemi Covid-19.

Setelah melewati masa-masa tersebut, kini wacana menjalankan Liga 1 di bulan Oktober kian menguat. Sinyal-sinyal positif mulai ditunjukkan oleh PT. Liga Indonesia Baru sebagai operator. Klub-klub peserta mulai bergeliat menyambut wacana tersebut.

PS Sleman sebagai klub peserta, kembali bersiap menyambut lanjutan kompetisi musim 2020. Tim berjuluk Super Elja ini melakukan renegosiasi kontrak terhadap seluruh pemain dan pelatihnya. Renegosiasi kontrak pemain dan pelatih PSS yang telah dilakukan pun memetik hasil positif.

Para pemain dan pelatih sepakat dengan manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) untuk terus berjuang membawa PSS berjuang di kompetisi Liga 1 2020. Tinggal dua pemain lagi yang proses negosiasinya mendekati titik final yakni Yevhen Bokhasvilli dan Guilherme Batata.

“Kami bahagia dengan hasil yang ada, pemain dan coach Dejan Antonic mengerti arah yang dituju oleh PSS. Target mempertahan tim berhasil diraih,” ujar Direktur Utama PT PSS, Marco Gracia Paulo di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Melalui manajemen tim yang bernegosiasi dengan pemain, semua hal yang terkait kontrak sudah jelas. Tak ada hal-hal yang nantinya akan menjadi permasalahan di kemudian hari. Semua yang sudah dibicarakan dan disepakati akan dituangkan dalam adendum kontrak.

Marco Gracia Paulo optimis pembicaraan dengan pemain yang belum menyepakati renegosiasi bisa membuahkan hasil yang diharapkan.  Dalam hal renegosiasi di tengah pandemi Covid-19 ini, manajemen mencoba bersikap bijak untuk menyesuaikan gaji pemain. Langkah itu tidak lepas dari upaya untuk menyeimbangkan neraca keuangan sesuai dengan visi dan arah yang dituju oleh PSS.

“Jangan sampai target masuk 5 besar sekadar omongan, tetapi harus turun pada semua aspek. Tak hanya pada pemain tapi juga manajemen, persiapan latihan dan pertandingan,” ujar Marco

Dirut PT PSS itu juga senang dengan kesepakatan yang didapatnya dengan Dejan Antonic. Hal ini penting bagi PSS karena Dejan diharapkan menyiapkan desain filosofi permainan PSS.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah sudah amannya budget hingga akhir kompetisi 2020 ini. Keuangan klub merupakan titik vital dalam mengarungi kompetisi. Marco mengatakan bukan tidak mungkin PSS dapat menambah pendapatan melalui sumber-sumber yang lain.

“Bekal sudah cukup, tapi tetap kita berusaha menambahnya melalui aksi marketing,” tambah Marco.

Sementara itu, kapten PSS, Bagus Nirwanto menilai apa yang ditawarkan oleh manajemen sudah cukup tepat bagi dirinya dan para pemain. Pendapatan klub yang tidak stabil bisa dimaklumi oleh para pemain.

“Saya salut sama manajemen, karena mereka berusaha memberikan yang terbaik buat semua pemain. Ini tentu merupakan upaya agar pemain bisa nyaman bermain,” tegas pemain yang akrab disapa Munyeng itu.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.