Analisis

Review Kalteng Putra vs PSS: Poin Penuh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menjadi tamu di rumah sendiri, PSS berhasil meraih poin maksimal setelah mengalahkan Kalteng Putra yang berstatus tim tuan rumah dengan skor 0-2. Dwigol Haris Tuharea di 45 menit pertama tidak mampu dibalas oleh Patrick Wanggai dan kolega di 45 menit kedua.

Tensi dan intensitas permainan yang meningkat di babak kedua membuat beberapa pemain PSS harus menerima kartu kuning. Poin dan pengalaman berharga bagi pemain untuk menjalani banyak laga-laga panas lainnya. Gol kedua Haris harus dijadikan pelajaran bahwa pemain harus bisa selalu fokus ke pertandingan.

Pertandingan sebenarnya berjalan menarik. PSS langsung bisa mendominasi sejak awal laga. Serangan yang coba dibangun oleh Purwaka dan kolega banyak yang berhasil sampai ke sepertiga akhir dan berbuah peluang untuk PSS.

Para pemain Laskar Isen Mulang nampak kebingungan untuk menghentikan gelombang serangan yang dilancarkan oleh Laskar Sembada. Dave Mustaine, Brian Ferreira, dan Wahyu Sukarta terlihat cukup nyaman untuk menguasai dan mengalirkan bola dari lini belakang ke lini depan.

Rotasi posisi ketiganya mampu mereka selalu mendapat akses umpan dari para pemain di lini belakang. Alfonso dan Purwaka pun bisa menjadi lebih tenang dalam melepaskan umpan ke lini tengah. 

Sayap Super Elja yang ditempati oleh Haris dan Irkham Mila juga mampu bermain cukup baik dalam menghidupkan serangan PSS. Bersama Brian atau Dave, kedua sayap PSS mampu beberapa kali menciptakan peluang berbahya. Dalam beberapa momen, Haris dan Mila cukup baik memanfaatkan ruang yang tercipta di pertahanan Kalteng Putra.

Keduanya beberapa kali tepat dalam mengambil keputusan untuk tetap menjaga kelebaran atau bergerak masuk ke dalam untuk memanfaatkan ruang antar lini. Semua ini tidak terlepas dari peran Yehven yang menyedot fokus dua bek tengah tangguh Kalteng Putra, OK John dan Rafael Bonfim.

Setelah gol pertama PSS, momentum sedikit bergeser. Gede Sukadana dan kolega nampak mulai bisa menemukan sentuhan terbaiknya. Giliran Super Elja yang harus lebih banyak berusaha mengontrol ruang untuk mengurangi potensi serangan Laskar Isen Mulang.

Derry yang menempati posisi fullback kiri beberapa kali berhasil menghentikan pergerakan Diogo Campos yang menjadi tumpuan serangan anak asuh Gomes de Oliviera. Alfonso dan Purwaka juga masih kokoh untuk menghentikan gelombang serangan yang dilancarkan lawan. Anak asuh Seto Nurdiyantoro bahkan mampu mencuri gol kedua di penghujung babak pertama. 

Pada babak kedua, Kalteng Putra tampil lebih agresif. Bola lebih banyak dikuasai oleh tim tuan rumah. Bergesernya Diogo Campos dari sayap kanan ke posisi gelandang mampu membuat tim tamu bertahan lebih dalam. Aliran bola Kalteng Putra melalui area tengah menjadi lebih baik.

Beberapa kali Hedipo dan Diogo mampu menemukan ruang untuk melepaskan umpan berbahaya di ruang antar lini atau langsung melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Coach Seto merespon hal tersebut dengan memasukkan Batata, menggantikan Brian yang sedikit kewalahan membantu pertahanan.

Laskar Sembada berhasil selamat dari serangan-serangan yang coba dibangun oleh Laskar Isen Mulang. Guforn yang masuk menggantikan Alfonso tampil cukup solid dalam mematahkan serangan lawan. Meskipun kemampuan dalam membangun serangan masih bisa terus ditingkatkan.

Purwaka dengan pengalamannya mampu beberapa kali berhasil menghentikan Pahabol yang memiliki kecepatan. Try Hamdani pun berperan cukup baik dengan penyelamatan-penyelamatan gemilangnya untuk membantu PSS mencatatkan nirbobol pertama di Shopee Liga 1.

Kemenangan tandang pertama, walaupun rasa kandang, patut disyukuri. Mari bersiap untuk kembali berusaha mencari poin penuh di pertandingan berikutnya. Pelatih dan pemain tentu akan mempersiapkan diri secara maksimal melaui program latihan yang sudah direncanakan.

Tentu Sleman Fans akan ikut berjuang mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya. Bisa lebih maksimal memberi dukungan, Sleman Fans?

Komentar

Comments are closed.