Analisis

Review Madura United vs PSS: Gagal Konsisten Hasilkan Peluang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman kembali menelan kekalahan pada pekan 4 BRI Liga 1 2021/2022. Pertandingan dengan tempo lambat tersebut dimenangkan oleh tuan rumah, Madura United, dengan skor 1-0.

PSS gagal menyamakan kedudukan setelah kebobolan melalui sepakan keras Jaimerson Xavier pada menit ke-58. Penyegaran dengan memasukkan Hokky Caraka, Juninho, dan Irfan Bachdim di lini depan tidak cukup untuk melepaskan tembakan tepat sasaran ke gawang Madura United.

Dengan formasi sama, Dejan Antonic kembali mengubah komposisi lini tengah dan lini depan untuk pertandingan ini. Wahyu Sukarta dipercaya mendampingi Misbakus Solikin di lini tengah. Dengan posisi Kim Jeffry didorong agak ke depan untuk mengisi pos gelandang nomor 10.

Sementara itu, Arsyad Yusgiantoro kembali menjadi ujung tombak serangan PSS, menggantikan Rafi Angga. Selebihnya, susunan pemain sama seperti pertandingan sebelumnya.

Madura United arahan Rahmad Darmawan bermain dengan formasi 1433. Penjaga gawang diisi oleh Muhammad Ridho. Dodi Alekvan, Fachruddin Aryanto, Jaimerson Xavier, dan Novan Sasongko mengawal lini belakang Laskar Sapeh Kerap.

Motor serangan di lini tengah diisi oleh Kim Jinsung, Hugo Gomes, dan Slamet Nurcahyo. Di lini depan, Rafael Silva dibantu oleh Ronaldo Kwateh dan Kevy Syahertian dari kedua sisi sayap.

Gambar 1. Sebelas Pertama Madura United vs PS Sleman
Monoton dari Ruang Sayap

Kita tahu bahwa permainan PSS di bawah arahan coach Dejan adalah memaksimalkan serangan melalui kedua sisi sayapnya. Wide Rotation di sisi sayap menjadi andalan untuk menerobos barisan pertahanan lawan.

Gelandang dekat bola harus siap memberikan bantuan ke sisi sayap. Wahyu membantu di ruang sayap kiri, sedangkan Kim memberikan support di sisi yang lain. Hal yang sama juga dilakukan pada pertandingan ini.

Gambar 2. Skema wide rotation di sisi kanan PSS

Bagaimana jika serangan dari salah satu sisi gagal? Umumnya penguasaan bola berpindah ke lawan. Di kesempatan lain, Super Elja berusaha memindahkan arah serangan ke sisi yang lain.

Karena gelandang yang sepertinya ditugaskan untuk memberikan bantuan ke ruang sayap, jika serangan dari sisi kanan, posisi Wahyu biasanya sudah mendekat ke Irkham di sisi kiri.

Akhirnya, perpindahan arah serangan dilakukan melalui lini belakang. Akibatnya, Madura United memiliki lebih banyak waktu untuk kembali menyesuaikan blok bertahan yang disusunnya.

Serangan PSS tersebut kemudian akan diakhiri dengan bola crossing. Arsyad, Kim, dan Irja akan menjadi target di dalam kotak penalti.

Gambar 3. Perpindahan arah serangan dan skema wide rotation PSS di sisi kiri

Irkham dan Irja yang tidak segera menemukan sentuhan terbaiknya membuat serangan PSS sering berhasil digagalkan oleh lini belakang Madura United.

Alternatif serangan yang coba dilakukan oleh anak asuh Dejan juga belum berjalan dengan baik untuk bisa menciptakan peluang. Usaha Super Elja untuk mengincar ruang di belakang lini belakang Laskar Sape Kerap justru lebih mudah diantisipasi.

Umpan-umpan panjang melambung yang dilepaskan oleh Maslac dan kawan-kawan lebih sering gagal. Saat penerima bola berhasil menguasai bola, umumnya pemain akan berada dalam situasi terisolasi, posisinya jauh dari teman-temannya yang lain. Apalagi jika bek lawan mampu membuat penerima bola membelakangi gawang. Duet Jaime dan Fachruddin juga masih cukup cakap menghadapi situasi ini.

Gambar 4. Bola panjang melambung dari lini belakang untuk mengincar ruang di belakang bek Madura United

Saat momen bertahan, PSS menggunakan struktur 14231 dengan penjagaan yang berorientasi orang ke orang. Dengan blok bertahan menengah hingga rendah ini, PSS cukup mampu meredam serangan Madura United. Beberapa kali, anak asuh Rahmat Darmawan sering gagal memrogresi bola karena kesulitan untuk mencari pemain yang menghadap ke gawang PSS.

Saat menyerang, Kim Jinsung sering mengambil posisi sejajar dengan dua stopper Madura United. Hal ini membuat situasi menjadi 2v2 di lini tengah dan memudahkan Wahyu dan Misba untuk melakukan penjagaan. Posisi Ronaldo dan David Laly yang sering masih terlalu lebar dan terlalu ke depan juga memudahkan lini belakang PSS memutus koneksi serangan lawan.

Gambar 5. Blok bertahan PSS dan celah yang dimanfaatkan oleh Madura United

Lini belakang PSS beberapa kali kecolongan saat Rafael Silva drop ke lini tengah untuk membuat situasi menjadi 2v3. Beberapa kali, Kim Jinsung berhasil melepaskan umpan ke Rafael untuk kemudian meneruskan serangan ke kotak penalti PSS.

Pada prosenya, gol Madura United juga berawal dari Rafael Silva mengisi ruang antarlini yang membuat Wahyu tertarik dan meninggalkan ruang di depan lini belakang PSS.

Dengan jeda ke laga berikutnya yang hanya tiga hari, Dejan dihadapkan oleh beberapa masalah yang tentu harus dicari solusinya segera untuk kembali menghindari kekalahan. Mampu?

Komentar

Comments are closed.