Analisis

Review Persib vs PSS: Serangan Balik Sebagai Kunci

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman harus mengakui keunggulan Persib pada laga semifinal Piala Menpora 2021. Walau memang, mereka sukses membahayakan gawang Persib melalui skema serangan balik di sepanjang laga.

Namun, Super Elja justru harus menerima kenyataan dibobol lawan dengan cara yang sama. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persib menutup laga pada babak semifinal turnamen pramusim tersebut.

Laskar Sembada bermain dengan formasi 1-4-2-3-1. Posisi penjaga gawang diisi oleh Ega Rizki. Kuartet lini belakang diisi oleh Bagus Munyeng, Fabiano Beltrame, Mario Maslac, dan Samsul Arifin.

Aaron Evans, Kim Kurniawan berada di belakang Nico Velez untuk mengisi lini tengah. Arsyad Yusgiantoro dan Irfan Jaya mengapit Saddam Gafar di depan.

Tidak bisa menurunkan Wander Luiz, Robert Rene Alberts memainkan Ferdinand Sinaga dan Frets Butuan sebagai penyerang. Untuk menopang kinerja dua penyerang, Esteban Vizcara, Farshad Noor, Dedi Kusnandar, dan Febri Hariyadi berada di tengah.

Sementara itu, di lini terkahir, Made Wirawan bekerja sama dengan Henhen Herdiana, Nick Kuipers, Victor Igbonefo, dan Ardi Idrus.

Gambar 1. Sebelas Pertama Persib vs PSS
PSS Andalkan Serangan Balik

PSS tetap menerapkan strategi yang sudah biasa mereka pakai untuk laga semifinal ini. Memilih bertahan untuk kemudian mencari peluang untuk melakukan serangan balik cepat ketika berhasil merebut bola. Skema itu membuat Persib lebih banyak menguasai bola selama pertandingan.

Skema bertahan yang digunakan oleh Kim dan kawan-kawan pun masih sama, bertahan dengan orientasi penjagaan man marking. Mulai dari Saddam sebagai penyerang yang berhadapan dengan dua stopper Persib.

Sementara itu, Velez, Kim, dan Evans masing-masing memiliki orang yang terus ditempel. Dua fullback, Munyeng dan Samsul, menjaga ketat pergerakan sayap lawan. Samsul bahkan sering mengikuti Febri hingga ruang tengah.

Gambar 2. Skema Pressing PSS

Maung Bandung bukan tanpa cara untuk mengatasi situasi itu. Rotasi posisi pemain yang dilakukan oleh Febri dan kawan-kawan beberapa kali mampu membuat pemain Persib menerima bola di ruang tengah pertahanan PSS.

Namun, kualitas eksekusi yang kurang maksimal dalam menerima bola dan cukup cepatnya pemain terdekat PSS untuk datang memberikan tekanan membuat situasi tersebut dapat diatasi.

Terlalu asik mencari cara untuk membongkar pertahanan PSS dengan melakukan berbagai rotasi posisi, Persib sedikit lupa untuk melakukan antisipasi serangan balik lawan jika kehilangan bola. Celah itu yang berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh para penyerang Super Elja untuk menciptakan peluang.

Celah yang dimanfaatkan oleh Irja dan kawan-kawan adalah ruang yang ditinggalkan oleh fullback Persib yang sering overlap membantu serangan. Kondisi tersebut juga didukung oleh pemosisian yang kurang tepat oleh gelandang Persib untuk melakukan cover.

Saat menguasai bola, Vizcara lebih sering menempati ruang apit bahkan bergerak hingga ruang tengah untuk membantu membangun serangan membuat Ardi Idrus harus sering overlap untuk menjaga kelebaran. Hal yang sama terjadi di sisi yang lain antara Febri dan Henhen.

Gambar 3. Celah yang dimanfaatkan oleh PSS untuk melakukan serangan balik

Gol tunggal PSS yang dicetak oleh Saddam juga berawal dari serangan balik. Salah umpan yang dilakukan oleh Frets Butuan mengawali proses gol tersebut. Kondisi itu membuat PSS mampu menciptakan situasi 2v1 di ruang sayap, Samsul dan Arsyad menghadapi Henhen.

Tanpa ada tekanan yang diberikan oleh Henhen, Samsul melepaskan crossing apik yang juga disambut dengan sundulan sempurna oleh Saddam.

Hal menarik lain dari gol itu adalah pergerakan yang dilakukan oleh penyerang jebolan akademi PSS tersebut sebelum menyundul bola. Posisi awalnya berada di blindside Igbonefo dan adanya perubahan kecepatan yang dilakukan membuat lini belakang lawan melongo.

Gambar 4. Proses gol pertama PSS oleh Saddam Gaffar

Mencoba hampir selama 90 menit mengancam lawan dengan serangan balik, PSS justru harus kecolongan melalui cara tersebut oleh Frets Butuan.

Berawal dari tendangan pojok yang didapat PSS di menit 90. Kegagalan 2 pemain di luar kotak penalti untuk mengantisipasi bola kedua membuat Persib memiliki peluang untuk melakukan serangan balik.

Dengan keadaan tertinggal 2-1 di leg pertama, Dejan harus kembali memutar otaknya apabila ingin membalikkan keadaan di leg kedua. Apakah tetap menggunakan skema andalan dengan bertahan terlebih dahulu untuk kemudian melakukan serangan balik atau mencoba hal lain?

Komentar

Comments are closed.