Analisis

Review Persija vs PSS: Pelajaran Berharga dari Sang Juara Bertahan Liga 1

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS akhirnya menelan kekalahan perdana dalam lanjutan kompetisi Shopee Liga 1. Persija berhasil menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan Bagus Nirwanto dan kolega. Gol Marco Simic di menit ke-25 ke gawang Ega Rizky tidak mampu dibalas oleh Super Elja.

Peluang-peluang PSS untuk menyamakan kedudukan berhasilkan dimentahkan dengan gemilang oleh Shahar Ginanjar. Hasil akhir memang kurang maksimal, akan tetapi anak asuh Seto Nurdiyantoro tetap mampu tampil apik di kandang lawan.

Berbagi Babak

Persija memulai pertandingan di Stadion Wibawa Mukti dengan lebih baik. Riko Simanjuntak dan rekan setimnya mampu menguasai bola dengan apik. Tim tamu, berhasil dipaksa untuk bertahan. Bangun serangan yang dibangun Maman beberapa kali mampu berhasil mencapai sepertiga akhir PSS.

Riko dan Feby Eka mampu dengan baik memanfaatkan kelebaran untuk mendapatkan momen 1v1 di area sisi lapangan. Riko dan Feby Eka sering lolos dari penjagaan Bagus Munyeng dan Jajang Sukmara dan melepaskan crossing ke kotak penalti PSS.

Di area tengah, Bruno Matos dan Marco Simic terus bergerak dan melakukan beberapa kombinasi umpan untuk lepas dari penjagaan lawan. Di lini tengah, Sandi Sute dan Rohit Chand mampu membaca permainan dengan cukup baik untuk mengantisipasi serangan balik lawan dan memberikan dukungan saat serangan Macan Kemayoran buntu karena kalah jumlah orang.

Super Elja beberapa kali mampu menciptakan momen serangan balik untuk membahayakan pertahanan Macan Kemayoran. Namun hal ini belum berhasil dimanfaatkan secara maksimal. Rangga dan Haris sering menerima bola dalam situasi dan posisi yang kurang maksimal untuk melanjutkan serangan. Dalam momen transisi ini, jarak antar lini PSS juga menjadi menjauh.

Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persija untuk mencetak gol. Bruno Matos yang mendapat bola di lini tengah dengan nyaman memberikan umpan kepada Simic, yang berhasil lepas dari penjagaan Gufron dan Jajang. Gol bagi Persija setelah sontekan Simic berhasil mengecoh Ega Rizky.

Pada babak kedua, PSS berhasil mengubah momentum. Brian Ferreira dan rekan-rekannya mampu lebih banyak menguasai bola. Mampu memprogresi serangan dari lini belakang ke lini tengah dengan cukup nyaman. Hasilnya beberapa peluang berhasil diciptakan. Pergerakan pemain sayap PSS juga semakin membaik berkat struktur menyerang yang juga membaik.

Brian beberapa kali berhasil memanfaatkan dan mendapat bola di ruang antar lini untuk masuk ke dalam fase penciptaan peluang. Masuk di penghujung laga, Mila juga beberapa kali mampu menciptakan momen berbahaya melalui running from behind-nya.

Giliran Macan Kemayoran yang harus bertahan lebih dalam dan memanfaatkan serangan balik untuk menciptakan peluang. Riko dan Simic beberapa kali mampu mendapatkan momen untuk melakukan serangan balik. Beruntung, lini belakang cukup siap untuk menghalaunya. Walaupun dalam beberapa momen, Wahyu Sukarta harus mengcover area tengah sendirian.

Persija dan PSS seperti berbagi babak di pertandingan kemarin. Sayang, Persija mampu memanfaatkannya dengan mencetak satu gol di babak pertama.

Tidak Kalah Kualitas

Menghadapi Persija yang berstatus juara bertahan, di atas kertas PSS kalah pengalaman. Terutama dalam hal materi pemain. Macan Kemayoran yang tidak banyak mengalami perubahan komposisi pemain dari musim lalu tampak mampu mengawali laga dengan lebih baik. Setiap aksi yang dilakukan pemain Persija terlihat lebih efisien dan efektif, dalam menyerang maupun bertahan.

Hal ini berbeda dengan Super Elja. Para pemain banyak yang belum banyak memiliki waktu bermain di Liga 1. Namun dari pertandingan kemarin sore, para pemain tetap bisa menunjukkan kualitasnya. Kalah pengalaman, tapi tidak kalah secara kualitas. Sebuah indikasi baik bahwa tim ini terus berproses dibawah kendali coach Seto.

Pengalaman pemain tentu akan terus bertambah seiring perjalanan PSS di Liga 1. Saat setiap pemain mampu berkembang, tim secara otomatis tentu akan semakin solid. Semoga pemain dan pelatih tetap terus mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk membawa Super Elja terbang semakin tinggi.

Bangkit bersama di laga Selanjutnya, terutama bulan Juli akan menjadi bulan yang berat bagi tim kebanggaan masyarakat Sleman. Jadwal padat sudah menanti. Dalam rentang waktu empat minggu, PSS harus bermain hingga 6 pertandingan. Super Elja memang mengawali bulan ini dengan kekalahan.

Sebuah kekalahan yang tidak perlu diratapi terlalu jauh. Sebuah kekalahan yang akan menjadi sangat berharga selama para penggawa bisa langsung memetik pelajarannya. Meski kalah, para pemain sudah menunjukkan bahwa mereka bisa tetap tampil baik. 

Harus tertinggal terlebih dahulu di babak pertama, perubahan strategi dari pelatih berhasil diterapkan dengan baik oleh para pemain di babak kedua.

Mereka bisa bangkit dan mampu menciptakan beberapa peluang untuk membalas. Meski masih belum berhasil untuk membobol gawang Macan Kemayoran. Para pejuang Awaydays juga terus ikut berjuang bersama dengan suara dan doanya.

Mari bersiap untuk bangkit bersama di laga selanjutnya. Berusaha menjaga agar penampilan PSS terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Sebuah usaha yang hanya bisa dilakukan apabila semua pihak bekerja bersama-sama. Semoga.

Komentar

Comments are closed.