Analisis

Review Persipura Jayapura vs PSS Sleman: Poin Berharga dari Jayapura

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Wahyu Sukarta mengirim umpan diagonal ke sisi kiri pertahanan Persipura. Fullback kiri Persipura, David Rumakiek, mencoba memberikan tekanan pada Rangga Muslim yang berhasil menerima umpan dari Wahyu.

Melihat Brian Ferreira bergerak memanfaatkan channel, ruang antara fullback dan stopper Persipura, Rangga mengirimkan umpan daerah. Dengan satu dua sentuhan, Brian langsung mengirimkan umpan mendatar pada Yehven. Gol! PSS Sleman berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor yang bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Satu poin berharga berhasil didapat oleh PSS dari tanah Papua. Poin perdana dari partai tandang Super Elang Jawa. Berangkat ke Jayapura dengan kondisi yang kurang baik, bertambahnya daftar pemain yang cedera dan skuad terbatas yang dibawa ke Papua.

Anak asuh Seto Nurdiyantoro berhasil menahan tim tuan rumah. Kerja keras yang sudah seharusnya kita apresiasi. Menghadapi tim Mutiara Hitam di Stadion Mandala, PSS tidak tampil inferior. Laskar Sembada berhasil menunjukkan permainan yang cukup baik meskipun bermain di kandang lawan.

Strategi Tepat Seto Nurdiyantoro

Dihadapkan dengan menipisnya pilihan pemain akibat cedera dan skuat minimalis yang dibawa ke Jayapura, Seto Nurdiyantoro harus memutar otak lebih ekstra. Secara eksternal, Persipura juga dalam semangat dan mengusung ambisi yang tinggi untuk mendapatkan tiga poin pertamanya di Shopee Liga 1. Seto harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum menentukan strategi yang tepat untuk meredam Mutiara Hitam.

Menghadapi Titus Bonai dan kolega, PSS memilih untuk memulai pertandingan dengan memperkuat pertahanannya Sidik Saimima dan Wahyu Sukarta bermain cukup dalam untuk memberikan perlindungan tambahan kepada lini belakang PSS. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan tim Mutiara Hitam yang banyak memanfaatkan ruang di belakang lini belakang PSS, walaupun masih sering kecolongan pemain-pemain Persipura yang melakukan running from behind.

Apabila Alfonso atau Purwaka harus meninggalkan posisinya, Saimima atau Sukarta sudah siap untuk memberikan cover. Saat mengalami kalah jumlah di ruang samping, Saimima atau Sukarta juga diharapkan mampu memberikan bantuan untuk meredam serangan lawan.

Senjata lain Persipura yang berhasil diredam oleh strategi Seto adalah sirkulasi bola. Persipura sering memindahkan serangan dari kiri ke kanan dan seterusnya dengan sabar untuk memecah pertahanan lawan. Pada pertandingan semalam, hal ini berhasil sedikit diredam oleh Purwaka dan kolega.

Dengan formasi 4-4-2 saat bertahan, Brian dan Yehven mampu menutup jalur sirkulasi Mutiara Hitam dengan melakukan penjagaan pada Ronaldo Mesido, Inkyun Oh, atau Conteh. Dengan tidak lancarnya sirkulasi bola Persipura, serangan yang dibangun Yustinus Pae dkk akan lebih mudah diantisipasi karena hanya melalui satu sisi lapangan saja.

Saat harus mengejar ketertinggalan, PSS juga mampu bermain lebih proaktif dengan banyak menguasai bola. Strategi sebelum dan saat pertandingan yang cukup berhasil dari Seto Nurdiyantoro. Sebelum berangkat ke Jayapura, mantan pemain Pelita Jaya ini sudah menyampaikan tekadnya untuk menyulitkan tim tuan rumah. Sebuah tekad yang berhasil diterapkan oleh para pemainnya di lapangan.

Lini Tengah Banyak Pilihan

Dalam dua pertandingan awal Shopee Liga 1, lini tengah PSS diisi oleh Nerius Alom, Dave Mustaine, dan Brian Ferreira. Dua pemain harus absen akibat cedera, Batata dan Arie Sandy. Menjelang pekan ketiga, pilihan di lini tengah semakin menipis.

Dave dan Alom juga harus menyusul Batata dan Arie Sandy untuk menepi. Absennya beberapa pemain berarti kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya. Pada laga melawan Persipura, Saimima dan Sukarta diberikan kepercayaan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menghadapi lini tengah Persipura, Saimima dan Sukarta mampu tampil cukup baik. Saat bertahan mereka mampu memberikan perlindungan tambahan bagi lini belakang PSS. Ketika momen transisi kedua pemain cukup cepat bereaksi untuk memberikan dukungan, saat transisi menyerang dan transisi bertahan.

Umpan-umpan Saimima dan Sukarta juga cukup membantu Super Elja dalam membangun serangan. Memang, masih banyak yang harus ditingkatkan oleh keduanya, dalam tiap momen. Tetapi, permainan keduanya mampu memberikan dimensi yang berbeda bagi permainan PSS.

Riki Kambuaya yang sering masuk sebagai pemain pengganti juga mampu memberikan warna baru bagi serangan PSS. Kemampuan dan keberanian membawa bola dan dribblenya bisa menjadi senjata saat kaki-kaki lawan sudah sedikit letih.

Untuk Brian, semoga selalu bisa fit dan tidak mengalami cedera yang parah. Kemampuan pemain berpaspor Irak tersebut untuk menciptakan peluang, untuk dirinya sendiri dan untuk teman-temannya akan selalu dibutuhkan oleh Laskar Sembada.

Banyaknya pilihan pemain dengan gaya permainan yang cukup beragam membuat PSS mampu bermain dengan berbagai pendekatan. Semoga para pemain mampu terus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menjaga Momentum

PSS sudah mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan melalui satu kemenangan dan dua hasil imbang. Hasil yang tidak terlalu buruk bagi tim yang baru saja promosi ke Liga 1. Di saat beberapa tim masih kesulitan untuk menunjukkan permainan terbaiknya, Super Elja patut bersyukur sudah mampu menunjukkan permainan yang cukup stabil. Masih harus ditingkatkan tentunya. Terutama konsistensi permainan selama 90 menit.

Tantangan besar selanjutnya adalah untuk terus berkembang, terus meningkatkan level permainan. Menjaga momentum, saat menang, seri, atau kalah, harus dilakukan agar tim tetap dalam mood yang baik untuk terus berkompetisi dan memenangkan pertandingan demi pertandingan. Sebuah tantangan yang harusnya menjadi tanggung jawab semua pihak, baik tim lapangan maupun tim non lapangan.

Perjalanan masih panjang, tujuan akhir masih jauh. Tetapi mari sejenak apresiasi tim pelatih dan pemain yang sudah bekerja keras pada pertandingan semalam. Selanjutnya, harus tetap menjaga fokus!

Komentar

Comments are closed.