Analisis

Review Persiraja vs PSS: Kesulitan Antisipasi Henrique

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman harus mengakui keunggulan Persiraja pada pertandingan pekan kedua Liga 1. Sempat unggul dengan skor 1-2 di awal babak kedua berkat gol Irkham Mila, Super Elja harus mengakhiri laga dengan kekalahan.

Dua gol Paulo Henrique di babak kedua membuat skor akhir menjadi 3-2 untuk Laskar Rencong. Kekalahan pertama bagi PSS dan kemenangan perdana bagi Persiraja di musim ini.

Dejan Antonic tetap menggunakan formasi dan sebelas pertama yang sama seperti pada pertandingan pekan perdana. Tugas menjaga gawang PSS tetap dipercayakan pada Ega Rizky. Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Mario Maslac dan Arthur Irawan kembali mengawal lini belakang.

Pivot ganda diisi oleh Aaron Evans dan Kim Jeffry.  Irfan Bachdim bersama dengan Irfan Jaya dan Irkham Mila mendukung Arsyad Yusgiantoro sebagai ujung tombak serangan PSS.

Hendri Susilo sebagai juru taktik Persiraja tetap menggunakan formasi yang sama,14231, namun dengan sebelas pertama yag berbeda dibadingkan pada pertandingan pertama.

Fahrurrazi sebagai penjaga gawang, dilindungi backline yang berisi Mohammad Rifaldi, Muhamad Roby, Leonardo Lelis, dan Subhan Fajri. Hamdan Zamzani dan Shori Murata mengisi pos double pivot. Henrique di lini depan ditopang oleh trio Defri Rizki, Vanja Markovic, dan Muhammad Isa.

Gambar 1. Sebelas Pertama Persiraja vs PS Sleman
PSS tetap andalkan ruang sayap untuk menyerang

Kedua tim yang menggunakan formasi yang sama, 14231. Tumbukan formasi yang dihasilkan membuat secara natural kedua tim unggul jumlah di lini pertama. PSS unggul jumlah 4v3 di lini belakang dan kalah jumlah di lini depan melawan lini belakang Persiraja 3v4. Selanjutnya, terjadi situasi 3v3 di lini tengah.

Gambar 2. Tumbukan formasi dan situasi menang jumlah yang tercipta secara natural

Menghadapi situasi tersebut, kedua pelatih memiliki cara yang berbeda untuk mengalirkan bola ke depan guna mencetak gol saat menguasai bola dan mencegah lawan memrogresi bola saat tidak menguasai bola.

Persiraja mengubah strukturnya ketika bertahan menjadi 1442 atau 14411. Untuk membongkar hal tersebut terdapat beberapa penyesuaian yang dicoba oleh Dejan.

Gambar 3. Skema serangan PSS melalui sisi kanan

PSS kembali mencoba menyerang melalui ruang sayap, seperti pada pertandingan pertama. Terdapat beberapa detail berbeda antara serangan melalui sisi kanan dan sisi kiri yang dilakukan oleh Laskar Sembada. Serangan di sisi kanan melibatkan rotasi posisi dari Evans, Irja, dan Bagus.

Bachdim yang juga sering ikut mendekat menambah opsi untuk melakukan kombinasi umpan di sisi ini. Skema serangan ini biasanya akan diakhiri dengan melepaskan crossing ke dalam kotak penalti.

Sedangkan di sisi sebaliknya, Arthur, Irkham, dan Bachdim akan lebih banyak terlibat. Skema serangan dari sisi kiri ini melibatkan Arthur yang posisinya cenderung rendah saat menguasai bola. Saat Arthur menguasai bola, Irkham biasanya akan bergerak mendekat dengan diikuti oleh Rifaldi.

Ruang yang ditinggalkan oleh Rifaldi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh Bachdim untuk menerima bola. Namun, skema dari sisi kiri ini lebih jarang dilakukan dibandingkan skema serangan dari sisi kanan.

Gambar 4. Skema serangan PSS melalui sisi kiri

Saat tidak menguasai bola, PSS bertahan dengan struktur 14141 atau 14231. Sedangkan Persiraja tetap menggunakan struktur 14231 untuk menyerang. Persiraja juga memanfaatkan ruang sayap untuk menciptakan peluang, namun dengan skema yang berbeda dengan PSS untuk mengalirkan bola ke depan.

Jika PSS mencoba menciptakan menang jumlah di salah satu sisi, Persiraja memanfaatkan keunggulan Henrique atau Vanja dalam melindungi dan menerima bola mengahap belakang.

Salah satu skema yang sering dilakukan Laskar Rencong adalah melepaskan umpan panjang langsung ke Vanja atau Henrique yang sering turun ke ruang antar lini untuk menerima umpan. Dengan keunggulannya, Evans, Gufron, hingga Maslac kesulitan untuk merebut bola.

Selanjutnya, Henrique akan melakukan backpass pada Shori yang bergerak ke ruang antar lini. Serangan ini umumnnya akan diakhiri dengan crossing ke dalam kotak penalti dengan target Henrique

Kesulitan lini belakang PSS dalam mengantisipasi Henrique juga dimanfaatkan oleh Persiraja untuk memenangkan second ball atau bola kedua. Saat bola diumpan ke Henrique, Defri Riski sering masuk ke tengah untuk antisipasi bola kedua dari hasil duel udara.

Selain itu, clearance yang dilakukan oleh stopper PSS sering justru mengarah ke ruang tengah yang memudahkan pemain Persiraja untuk mendapatkan bola kembali.

Gambar 5. Skema serangan Persiraja dan kegagalan PSS melakukan antisipasi

Kewalahannya lini belakang PSS dalam mengantisipasi Henrique terlihat dari dua gol yang dicetak. Selain itu, empat gol yang bersarang di gawang Ega Rizki sejauh ini melibatkan gagalnya lini belakang mengantisipasi bola crossing dari situasi open play dan set piece. Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi Dejan dan staf pelatih sebelum laga selanjutnya.

Komentar

Comments are closed.