Analisis

Review PS Sleman vs Persikabo: Kurang Jeli Manfaatkan Ruang Antar Lini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah membuka Shopee Liga 1 2020 dengan hasil yang kurang baik, PS Sleman kembali gagal untuk mendapatkan kemenangan di pekan kedua. Menghadapi Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Super Elja harus puas berbagi angka dengan Laskar Padjajaran setelah skor 0-0 tidak berubah hingga peluit akhir.

Dejan Antonic yang sudah bisa memimpin dari pinggir lapangan menurunkan formasi 14231. Tidak banyak perubahan susunan pemain yang dilakukan mantan pelatih Madura United tersebut dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Perubahan hanya terjadi di posisi gelandang. Fitra Ridwan digantikan oleh Zah Rahan.

Persikabo sendiri bermain dengan formasi 1433. Pos kiper diisi oleh Dwi Kuswanto. Rifad Marasabessy, Andy Setyo, Artyom Filiposyan, dan Abduh Lestaluhu mengisi pos lini belakang. Trio gelandang diisi oleh Petteri Pennanen, Roni Sugeng, dan Arthur Bonai. Di lini depan, Juru gedor, Alex dos Santos, diapit oleh Ciro Alves dan Hendra Bayauw.

Gambar 1. Sebelas Pertama PSS vs Persikabo

Formasi yang hampir mirip membuat secara natural banyak terjadi situasi 1v1 di tiap lini. Hanya penyerang yang berada dalam situasi kalah jumlah 1v2 dengan stopper lawan, untuk kedua tim. Hal ini membuat skema pressing bangun serangan lawan untuk mengatasi kalah jumlah di lini terdepan menjadi penting. Selain itu, transposisi yang dilakukan saat membangun serangan juga menjadi faktor yang menentukan jalannya laga.

Lawan Tanpa Tekanan

Saat bertahan, PSS mengubah formasinya menjadi 1442, dengan Zah Rahan dan Yehven Bokhashvili di lini terdepan. Blok pertahanan medium dipilih untuk mengatasi overload dan wide rotation yang diprediksi akan dilakukan oleh Persikabo.

Laskar Padjadjaran sendiri melakukan sedikit transposisi saat membangun serangan. Saat membangun serangan, Petteri Pennanen akan turun hampir sejajar dengan stopper. Hal ini membuat Ciro Alves dan kolega mendapatkan situasi 3v2 untuk progresi ke depan.

Terdapat keuntungan yang didapat Persikabo dari situasi ini. Kemampuan menyerang kedua fullback mereka, Abduh dan Rifad, bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Situasi menang jumlah di bawah ini juga mampu melindungi Persikabo dari ancaman serangan balik lawan.

Orientasi bertahan Yehven dan Zah Rahan yang hanya berusaha menutup jalur umpan ke gelandang lawan memudahkan lawan untuk progresi bola. Pennanen selalu tanpa tekanan saat mencoba membangun serangan. Tanpa tekanan, Pennanen menjadi nyaman untuk melepaskan umpan akurat dan memilih arah serangan.

Gambar 2. Pennanen sebagai pengatur serangan Persikabo tidak mendapat pressure dari pemain PSS

Sebenarnya ada sedikit perubahan skema pressing Super Elja. Yehven beberapa kali mencoba untuk memberikan tekanan pada Pennanen pada babak kedua. Namun hal ini sering tidak diikuti oleh pemain lain untuk berekasi dan membantu Yehven untuk melakukan pressing secara kolektif. Hasilnya tentu kurang maksimal. Skema pressing yang jelas perlu ditingkatkan agar hasilnya lebih baik.

Hal ini membuat beberapa kali pertahanan PSS kecolongan, terutama di sisi kiri. Naiknya kedua fullback Persikabo membuat skema wide rotation, salah satu cara progresi Persikabo, bisa dimainkan. Ciro atau Bayauw masuk ke ruang apit. Gerakan ini membingungkan fullback lawan. Jika diikuti, akan tercipta ruang di belakangnya. Jika tidak diikut, Ciro atau Bayauw akan bebas di ruang antar lini.

Kosongnya Ruang Antar Lini

Anak asuk Dejan bukan tanpa peluang pada pertandingan kemarin. Crossing menjadi cara paling dominan untuk memasukkan bola ke kotak penalti lawan dan menciptakan peluang. Hal ini terjadi bukan karena kebetulan. Struktur menyerang Yehven dan kolega yang mengakibatkannya.

Sama dengan PSS, Persikabo juga bertahan dengan formasi 1442. Saat PSS membangun serangan, Zah Rahan sering meminta bola di depan lini tengah lawan, hampir sejajar dengan dua gelandang lainnya, Batata dan Sukarta. Turunnya Zah Rahan tidak diikuti oleh masuknya Irfan Bachdim atau Jefri Kurniawan ke ruang apit untuk mengisi ruang antar lini.

Gambar 3. Tidak ada pemain di ruang antar lini

Akibatnya, PSS sering menyerang melalui ruang sayap dan diakhiri dengan crossing. Tidak ada yang salah dengan cara ini. Tapi tanpa mampu menggunakan variasi serangan yang lain, tentu mudah bagi lawan untuk membacanya.

Terdapat banyak keuntungan yang bisa didapat apabila PSS jeli memanfaatkan ruang antar lini. Dari ruang antar lini, Irfan atau Zah Rahan memiliki lebih banyak opsi untuk melanjutkan serangan. Keuntungan lain adalah menjadi lebih mudah untuk mengacaukan backline lawan.

Gambar 4. Pilihan arah serangan dari ruang antar lini

Misalnya, Zah Rahan menerima bola di ruang antar lini. Jika ada stopper lawan yang naik untuk memberikan tekanan, akan tercipta ruang dibelakangnya yang dapat dimanfaatkan oleh pemain lain. Jika stopper lawan memilih untuk tetap di posisinya, Zah Rahan bisa terus progresi bola dan menciptakan situasi 2v1.

Gambar 5. Celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk mengacaukan backline lawan dari ruang antar lini

Memang, Irfan beberapa kali mampu menyadari lebarnya ruang antar lini Persikabo dan mencoba untuk memanfaatkannya. Pada babak kedua, Sukarta lebih sering naik ke ruang antar lini. Namun, komunikasi taktik yang masih belum berjalan lancar membuat percobaan serangan memanfaatkan ruang antar lini belum terlihat tajam.

Dua dari 34 langkah untuk mencapai akhir Shopee Liga 1 2020 telah dilalui. Perbaikan atas catatan-catatan yang terjadi di tiap pertandingan harus segera dilakukan. Harapannya, Dejan dapat memperbaiki dan meningkatkan penampilan Super Elja. Segera merumuskan formula yang tepat berdasarkan dua pertandingan awal.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.