Analisis

Review PSIS vs PSS: Set Piece Jadi Kunci

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman akhirnya berhasil kembali meraih kemenangan pada lanjutan Liga 1 2021/2022. Tanpa kemenangan pada tiga laga sebelumnya, Super Elja mampu mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-2 pada pekan 15. Sempat tertinggal, PSS berbalik unggul berkat gol dari Juninho dan Aaron Evans.

Pada pertandingan itu, Dejan Antonic lagi-lagi tak melakukan banyak perubahan. Dengan formasi yang sama, Miswar Saputra turun sebagai penjaga gawang. Selanjutnya, terdapat Bagus Nirwanto, Mario Maslac, Fandry Imbiri, dan Derry Rachman sebagai kuartet lini belakang

Sementara itu, Kim Kurniawan dan Evans dipercaya mengisi pos pivot ganda. Juninho kembali tampil apik setelah bermain di posisi gelandang serang. Kemudian, Jepri Kurniawan dan Arsyad Yusgiantoro mengapit Nemanja Kojic di lini depan.

Laskar Mahesa Jenar arahan Imran Nahumarury bermain dengan formasi 1433. Penjaga gawang diisi oleh Jandia Eka Putra. Selanjutnya, Kartika Putra, Wahyu Prasetyo, Wallace Costa, dan Frendi Saputra bekerja sama mengawal lini belakang.

Lini tengah PSIS digawangi oleh Finky Pasamba, Reza Irfana, dan Septian David. Lalu, Riyan Ardiansyah, Andreas Ado, dan Hari Nur Yulianto mengisi pos ujung tombak.

Gambar 1. Sebelas Pertama PSIS vs PSS
Gambar 1. Sebelas Pertama PSIS vs PSS

Anak asuh Dejan memang berhasil meraih tiga poin dan patut bersyukur atas itu. Namun, kemenangan bukan berarti pekerjaan untuk mencari solusi dari berbagai masalah permainan selesai.

Masalah pada pertandingan sebelumnya saat melawan Persita belum sepenuhnya terselesaikan. Terutama dalam momen menguasai bola. Penggawa Super Elja terlihat kesusahan mengalirkan bola dan menguasai bola dengan nyaman di sepertiga akhir lapangan.

Mengapa situasi itu masih menjadi problem? Pada pertandingan menghadapi PSIS, PSS bermain mirip seperti saat melawan Persita. Saat membangun serangan struktur yang terbentuk adalah seperti pada gambar 2.

Gambar 2. PSS membangun serangan dengan melibatkan 6 pemain
Gambar 2. PSS membangun serangan dengan melibatkan 6 pemain

Bermain dengan pivot ganda, PSS melibatkan hingga 6 penggawa saat membangun serangan karena Derry dan Bagus yang posisinya masih cukup rendah.

Dengan melibatkan pemain-pemain itu, Laskar Sembada memang mendapatkan keuntungan dengan jumlah orang yang lebih banyak di depan bola saat kehilangan penguasaan bola.

Gambar 3. Opsi umpan ke depan untuk progresi menyisakan 4 pemain
Gambar 3. Opsi umpan ke depan untuk progresi menyisakan 4 pemain

Namun, akibatnya, PSS menjadi kurang orang di depan untuk opsi menyerang. Dengan hanya menyisakan 4 pemain, koneksi untuk melakukan progresi bola ke depan menjadi lebih mudah ditutup oleh lawan. Opsi umpan ke depan yang sedikit mengakibatkan banyaknya long pass sebagai solusi progresi si kulit bulat.

Lebih lanjut, kondisi itu mempengaruhi PSS dalam menciptakan peluang. Arsyad dan kawan-kawan kesulitan untuk menciptakan peluang dari situasi open play, terutama melalui momen bangun serangan. Kita bisa bandingkan dengan melihat gambar 4 dan gambar 5.

Gambar 4. Peta tembakan dan nilai expected goal dari situasi open play
Gambar 4. Peta tembakan dan nilai expected goal dari situasi open play
Gambar 5. Peta tembakan dan nilai expected goal semua tembakan
Gambar 5. Peta tembakan dan nilai expected goal semua tembakan

Dari peta tembakan di situasi open play, Super Elja mencatatkan nilai expected goal (xG) sebesar 0.37. Dapat terlihat pula salah satu kunci kemenangan PSS pada pertandingan itu adalah situasi set piece. Terdapat selisih xG sebesar 1.52. Artinya, peluang-peluang terbaik PSS pada laga tersebut terjadi melalui situasi bola mati.

Struktur yang sedikit berbeda sebenarnya pernah digunakan PSS saat melawan Bhayangkara FC. Bagus Nirwanto dan kawan-kawan membangun serangan dengan 4 atau 5 pemain saja. Kondisi tersebut membuat opsi untuk melakukan progresi ke depan menjadi lebih banyak (5 atau 6 pemain).

Gambar 6. Struktur bangun serangan PSS vs Bhayangkara FC
Gambar 6. Struktur bangun serangan PSS vs Bhayangkara FC

Pada pertandingan tersebut, PSS mampu menguasai si kulit bulat lebih nyaman dan melakukan progresi bola lebih baik. Jika hilang bola di depan pun, Super Elja masih memiliki 4 hingga 5 pemain untuk mengantisipasi serangan balik lawan. Memang Bhayangkara FC sempat mendapat peluang dari situasi serangan balik, tetapi itu akibat kesalahan individu.

Dengan selisih waktu yang berdekatan dengan pertandingan selanjutnya, tim pelatih Laskar Sembada harus bekerja keras untuk mempersiapkan tim dan strategi terbaik demi meraih kemenangan.

Memiliki keunggulan dalam situasi set piece adalah senjata tambahan yang berguna menghadapi padatnya jadwal, sembari menanti solusi dari Dejan untuk meningkatkan penampilan PSS di fase permainan yang lain, dari menyerang, bertahan, dan transisi.

Progres permainan tim tentu akan membantu Super Elja tampil lebih konsisten. Dengan tampil lebih konsisten, kemenangan adalah suatu keniscayaan.

Komentar

Comments are closed.