Analisis

Review PSM vs PSS: Manfaatkan Kesalahan Lawan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman mampu menyelesaikan turnamen pramusim, Piala Menpora 2021, dengan menjadi juara tiga. Pada laga itu, Super Elja berhasil mengalahkan PSM dengan skor 2-1. Bermain dengan 10 pemain dari menit ke-44, Irkham Mila justru berhasil mencetak gol penentu kemenangan pada babak kedua.

Banyaknya pemain yang tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu dan cedera, Dejan terpaksa melakukan rotasi pemain. Tetap dengan formasi 1-4-2-3-1, Miswar Saputra mengisi pos penjaga gawang.

Kuartet lini belakang diisi oleh Bagus Nirwanto, Wahyu Sukarta, Fandri Imbiri, dan Dery Rachman. Pivot ganda diisi olah Misbakus dan Kim Kurniawan. Sementara itu, Mila, Irfan Jaya, dan Fitra Ridwan menopang kerja Rafi Angga di lini depan.

Dengan komposisi seluruhnya pemain lokal, PSM bermain dengan formasi 1-4-3-3. Pos penjaga gawang diisi oleh Hilman Syah. Muh Fahri, Erwin Gutawa, Hasyim Kipuw, dan Ahmad Hari mengawal lini belakang Juku Eja.

Trio M. Arfan, Rasyid Bakri, dan Sutanto Tan mengisi lini tengah. Sementara itu, di depan, PSM mengandalkan Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Saldy.

Gambar 1. Sebelas Pertama PSM vs PSS
PSM Gagal Tembus Pertahanan PSS

PSS tidak banyak melakukan perubahan strategi bermainnya, terutama pada fase bertahan. Masih sama seperti pertandingan di Piala Menpora 2021 yang lain, Super Elja bertahan dengan formasi 1-4-2-3-1, blok bertahan menengah, dan penjangaan yang berorientasi man marking.

Dengan tumbukan formasi kedua tim dan orientasi penjagaan dari PSS, banyak terjadi situasi sama jumlah di banyak area. Kim, Misbakus, dan Fitra sebagai gelandang Laskar Sembada akan menjaga tiap gelandang dari PSM.

Kedua fullback PSS, Derry dan Munyeng bertugas menjaga pergerakan Yakob dan Yance Sayuri. Posisi Mila dan Irja juga berorientasi terhadap posisi fullback lawan.

Gambar 2. Skema bertahan PSS

Pasukan Ramang bukan tanpa usaha untuk membongkar pertahanan Laskar Sembada. Beberapa kali Rasyid Bakri dan kawan-kawan mencoba melakukan rotasi posisi untuk memecah penjagaan yang dilakukan oleh pemain PSS. Namun, cara itu masih belum berhasil.

Salah satu sebabnya adalah momen dan posisi pemain PSM dalam melakukan rotasi yang belum maksimal. Posisi M. Arfan dan teman-teman masih sering terlalu dekat dengan pemain PSS saat melakukan rotasi.

Kondisi itu membuat Kim atau Misbakus masih mudah mengakses pemain lawan. Kecepatan aliran bola yang lambat dan momen pemain PSM dalam melakukan rotasi yang juga kurang tepat membuat pemain PSS lebih nyaman mengantisipasi serangan lawan.

Saat harus bermain dengan 10 pemain karena kartu merah Imbiri, PSS bertahan dengan formasi 1-4-4-1-0. Irja dan Mila membantu Kim dan Misbakus untuk membentuk blok bertahan rendah yang rapat. Rafi Angga juga mengambil posisi yang cukup rendah untuk menambah jumlah orang saat bertahan.

Gambar 3. Skema bertahan PSS setelah Imbiri kartu merah

Super Elja mendapat sedikit keuntungan karena sudah mencetak gol terlebih dulu sebelum bermain dengan 10 orang. PSM yang mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan sering lupa mengantisipasi posisi Rafi Angga jika kehilangan bola.

Akibatnya, Rafi Angga sering bebas tanpa penjagaan sebagai outlet untuk melakukan serangan balik apabila PSS berhasil merebut penguasaan bola. Beberapa kali serangan balik berbahaya berhasil tercipta melalui hal tersebut.

PSS Manfaatkan Kesalahan Lawan

Sama dengan skema saat bertahan yang tidak banyak mengalami perubahan, skema menyerang PSS juga tidak banyak mengalami perubahan di pertandingan tersebut. Posisi fullback yang tinggi, dengan dua pivot membantu membangun serangan.

Sedikit hal berbeda yang cukup memberikan perubahan adalah koneksi di lini tengah yang lebih baik. Koneksi yang lebih baik tersebut didapat dengan posisi pemain PSS yang dekat dengan bola yang lebih berdekatan satu sama lain.

Situasi itu dibantu juga oleh Misbakus yang terus menyesuaikan posisinya agar selalu terhubung dengan pembawa bola.

Gambar 4. Skema menyerang PSS

Efek yang terjadi adalah pemain menjadi lebih nyaman untuk memainkan umpan-umpan pendek dan fullback juga mendapat ruang yang cukup untuk melakukan overlap.

Meskipun secara struktur masih bisa ditingkatkan dengan menambah pemain di ruang antar lini agar opsi umpan di ruang tersebut menjadi lebih banyak.

Meskipun sudah cukup baik memanfaatkan ruang tengah, PSS justru berhasil mencetak gol pertama melalui tendangan penalti. Namun ada hal menarik yang terjadi dalam prosesnya. Fitra memilih turun untuk meminta bola. Kondisi itu membuat tidak ada opsi di ruang antar lini untuk progresi bola.

Pemain asal Aceh tersebut akhirnya memilih memberikan umpan kepada Mila yang kemudian dijatuhkan oleh Kipuw di kotak penalti.

Keberhasilan umpan itu tidak terlepas dari pergerakan yang dilakukan oleh Mila. Pemain sayap Super Elja tersebut melakukan dua gerakan untuk memanipulasi lawan. Sebelum bola diumpan, pemain asal Tegal itu bergerak mendekat ke bola. Situasi tersebut direspons oleh fullback PSM dengan bergerak naik.

Begitu lawan terpancing naik, Mila lalu mengubah arah larinya menjadi ke depan dan membuat dirinya unggul langkah dari lawannya.

Gambar 5. Proses serangan PSS sebelum mendapatkan tendangan penalti

Gelaran Piala Menpora 2021 yang bertajuk turnamen pramusim telah usai dengan PSS meraih peringkat tiga. Namun, sesuai dengan namanya sebagai turnamen pramusim maka ajang ini harus disikapi sebagai proses persiapan menjelang kompetisi yang sesungguhnya, Liga 1.

Apapun yang dilakukan dalam pramsuim tujuannya selalu untuk menuju performa maksimal saat liga bergulir. Kami tunggu penampilan yang lebih maksimal di liga. Jangan cepat puas, Man!

Komentar

Comments are closed.