Analisis

Review PSS Sleman vs Bhayangkara FC: Berakhir Sama Kuat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Baha, panggilan akrab Yevhen Bokhashvili, berhasil menambah pundi golnya di Shoppe Liga 1 2019 menjadi tiga gol dari empat pertandingan yang sudah berjalan. Gol yang juga membantu PSS untuk menyamakan kedudukan setelah sebelumnya Bhayangkara FC berhasil mencetak gol melalui pemain tengah mereka, Flavio Beck Junior. Hasil akhir yang juga menggambarkan jalannya pertandingan, sama kuat.

Hasil akhir yang sebenarnya kurang maksimal, namun harus bisa tetap kita syukuri. Menghadapi tim kuat, Bhayangkara FC, PSS tidak kalah secara permainan. Dengan keadaan skuad yang kurang maksimal akibat cedera, Super Elja mampu meladeni permainan matang dari tim tamu, The Guardian.

Sempat tampil di bawah permainan terbaiknya di babak pertama, anak asuh Seto Nurdiyantoro berhasil tampil lebih baik di babak kedua. Tim pelatih tentu sudah mempunyai catatan untuk hal tersebut. Mari kita sedikit bercerita mengenai pertandingan kemarin sore.

Lini Tengah adalah Kunci
Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, Bhayangkara FC tampil dengan permainan proaktifnya. Mencoba membangun serangan dengan sabar. Mencoba menguasai lini tengah dan melakukan kombinasi umpan untuk mencari ruang di antara lini belakang dan lini tengah PSS. Anak asuh Alfredo Vera tampak cukup tenang untuk menahan bola dan mencari pemain yang bisa nyaman untuk menerima umpan. Namun, PSS sedikit banyak mampu mengatasi permainan lawan ini.

Kontra strategi dijalankan Wahyu Sukarta dan kolega saat tidak menguasai bola untuk mengganggu momen bangun serangan Flavio Beck dan kolega. Pressing yang dilakukan lini depan dan lini tengah Super Elja berhasil beberapa kali memaksa lawan langsung mengirimkan bola lambung panjang yang mudah diantisipasi oleh lini belakang PSS. Compact defend yang dijalankan juga beberapa kali membuat lawan kesulitan untuk menemukan pemain bebas di ruang antar lini PSS.

Saat menguasai bola, PSS juga berusaha untuk sebanyak mungkin memanfaatkan lini tengah untuk mengalirkan bola dan menciptakan peluang. Dalam beberapa momen, terutama di babak kedua, Alfonso dan kolega berhasil keluar dari pressing lawan saat membangun serangan dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk meneruskan serangan melalui lini tengah. Walaupun beberapa kali juga gagal dan memilih untuk langsung melepaskan umpan panjang melambung ke lini depan.

Kedua tim sama-sama ingin menguasai lini tengah. Saat tidak menguasai bola, PSS sudah cukup mampu mengontrol ruang di area tengah hingga lawan kurang nyaman mengalirkan bola. Walaupun reaksi pemain dalam mengantisipasi long ball dan perebutan bola kedua masih perlu diperbaiki. Saat menguasai bola, PSS juga berani untuk berusaha mengalirkan bola dan menguasai lini tengah, meski harus terus ditingkatkan mengenai ketenangan pemain dalam menguasai bola.

Yehven The Shooter
Meski level sepak bola Indonesia dikatakan masih tertinggal jauh dari negara-negara lain, kompetisi Shopee Liga 1 tetaplah kompetisi level tertinggi di negara ini. Selayaknya kompetisi dengan level yang tinggi, satu kesalahan yang dilakukan akan berakibat fatal bagi tim. Hal ini terjadi pada pertandingan PSS melawan Bhayangkara FC kemarin sore. Kesalahan yang dilakukan kedua tim berakibat gol bagi lawannya.

The Guardian berhasil mencetak gol setelah PSS kehilangan bola saat membangun serangan. Bola liar kemudian berhasil dikuasai oleh Flavio Beck tanpa pengawalan dari pemain PSS yang sedang bersiap membangun serangan. Sedangkan gol Super Elja juga lahir dari kesalahan penjaga gawang, Wahyu Tri, dalam mengantisipasi bola diagonal yang dilepaskan oleh Wahyu Sukarta.

Yevhen yang mendapat bola muntah, langsung berusaha mencari ruang tembak. Setelah dua gol sebelumnya lahir dari kaki kanan, pada pertandingan kemarin, Yevhen menunjukkan bahwa kaki kirinya juga sama berbahayanya. Tembakan kaki kiri dari jarak jauh berhasil membobol gawang Bhayangkara FC.

Menjaga Nafas Panjang
PSS meraih dua kali hasil imbang di dua pertandingan home terakhirnya. Total Super Elja sudah mengemas enam poin, hasil dari satu kemenangan dan tiga hasil seri. Secara hitung-hitungan angka, hasil imbang melawan Bhayangkara FC memang belum maksimal.

Evaluasi tentu akan dilakukan tim pelatih guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi di laga kemarin dan laga-laga sebelumnya. Hanya dengan cara ini Super Elja akan terus berkembang seiring berjalannya kompetisi.

Latihan, pertandingan, evaluasi, latihan, dan pertandingan adalah siklus kompetisi dan perjalanan panjang yang harus dilakukan oleh PSS. Pemain dan pelatih tentu akan selalu memberikan usaha terbaik, saat latihan dan pertandingan.

Dalam perjalanannya, hasil menang, imbang, dan kalah akan dialami. Menjaga mood dan motivasi pemain untuk tetap mampu meningkatkan permainan dari pertandingan ke pertandingan, apapun hasilnya akan menjadi tantangan bagi tim pelatih dan manajemen. Sleman fans pun tentu memiliki peran yang sama untuk tetap memberikan dukungan maksimalnya.

Mari kita bersama menjaga nafas panjang PSS di kompetisi Shopee Liga 1 ini, bersama-sama. Semua pihak tentu menginginkan PSS untuk terus berbenah menjadi lebih baik, bukan?

Komentar

Comments are closed.