Analisis

Review PSS Sleman vs Semen Padang FC: Kehilangan Poin Melawan Permainan Displin

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan Arema FC di pekan 1, PSS justru mengalami kesulitan saat menjamu tim dari Sumatera, Semen Padang FC di pekan 2 Liga 1. Catatan rekor pertemuan antara PSS melawan Semen Padang FC harusnya mampu membuat Super Elang Jawa lebih percaya diri.

Akan tetapi, ternyata sepakbola sedang tidak ingin mengulangi sejarah dan catatan rekor pertemuan kedua tim. Saat Sleman Fans berharap penggawa Super Elja mampu kembali mendapatkan tiga poin, kenyataan di lapangan berkata lain. PSS hanya mampu mendapatkan satu poin.

Seperti mengulangi yang terjadi di pertandingan melawan Arema FC, Bagus Munyeng dan kolega tampil di bawah permainan terbaiknya di awal pertandingan. Kesulitan memainkan ritme permainan, masalah komunikasi dan eksekusi umpan membuat PSS tampil kurang apik di babak pertama.

Laskar Sembada bahkan harus tertinggal lebih dulu melalui serangan balik cepat SPFC yang tampil sangat disiplin di pertandingan semalam. Anak asuh Seto Nurdiyantoro baru bisa bermain lebih baik di babak kedua. Namun, PSS tetap gagal membalikan keadaan, hanya mampu mencetak satu gol melalui penalti Brian Ferreira.

1. Apa yang Salah?

Rekor pertemuan, bermain di kandang dengan dukungan suporter, dan berhasil mengalahkan tim tangguh di pekan 1, PSS dan Sleman Fans punya kepercayaan diri yang cukup untuk bisa mendapatkan kembali poin penuh di pertandingan kedua.

Masalahnya, sepakbola tidak selalu bekerja seperti itu. Kejutan-kejutan di lapangan selalu mampu menjadi pesona tersendiri bagi sepakbola. Berdasarkan catatan sejarah, Super Elja mungkin lebih diunggulkan. Namun, Kabau Sirah tentu tidak akan bertanding hanya untuk mengulangi rekor-rekor tersebut.

Beberapa kesalahan umpan dan hilang bola di awal pertandingan yang berakhir dengan serangan balik Semen Padang FC membuat pelatih, pemain, dan Sleman Fans harusnya merasa bahwa pertandingan ini akan berjalan berat. Dave dan kawan-kawan kesulitan untuk mencari celah di rapatnya pertahanan Kabau Sirah.

Para pemain seperti terburu-buru untuk bisa masuk ke sepertiga akhir, hingga membuat mereka sering melepaskan umpan-umpan vertikal ke daerah yang kurang maksimal untuk mengalirkan bola. Hal ini masih ditambah dengan kurangnya keseimbangan yang dibuat oleh pemain untuk mengantisipasi transisi saat kehilangan bola. Hasilnya, SPFC berhasil mencetak gol melalui Rosad Setiawan pada menit 31.

Namun ini bukan hanya soal sesuatu yang berjalan salah, tetapi juga tentang sesuatu yang berjalan kurang maksimal. Tampil lebih baik di babak kedua, PSS mampu menciptakan beberapa peluang untuk mencetak gol. Akan tetapi, Super Elja hanya mampu mencetak satu gol melalui eksekusi penalti Brian pada menit ke-73.

Andai saja kiper SPFC, Teja Paku Alam, tidak tampil dalam permainan terbaiknya, semuanya akan berakhir berbeda. Meski mampu meningkatkan permainan di babak kedua, PSS memang masih tampil dibawah penampilan mereka di pekan 1, secara individu maupun tim.

2. Tidak Akan Ada Pertandingan yang Mudah

Pertandingan melawan Semen Padang FC harusnya sudah bisa memberi gambaran bahwa tidak akan ada pertandingan yang mudah bagi PSS di Liga 1. Pertandingan kandang dan tandang tidak bisa langsung menjadi jaminan soal menang dan kalah.

Semua tim akan datang dengan persiapan matang untuk menghukum siapa yang terlebih dahulu melakukan kesalahan. Jika tidak ingin menelan kekalahan, semua pemain harus fokus selama 90 menit dan mempersiapkan dirinya lebih baik agar bisa tampil dalam permainan terbaiknya.

Super Elja memang mampu mengalahka Kabau Sirah pada pertemuan terakhir di Final Liga 2. SPFC juga memang kalah di pertandingan pekan 1 saat melawan PSM. Namun, walau kalah anak asuh Syafrianto Rusli mampu menunjukkan permainan yang cukup baik. Hal yang membuat mereka tetap memiliki keyakinan bisa mencuri poin di Sleman.

Saat tim tuan rumah belum menunjukkan permainan terbaiknya, tim tamu sudah berhasil mencuri sebiji gol. Kejadian yang mungkin bisa terulang di pertandingan berikutnya. Tidak aka nada pertandingan yang mudah. Satu-satunya hal yang bisa kita harapkan adalah tim mampu belajar dari pertandingan ini. Kita yakin, sayap-sayap Super Elja bisa terus bertambah kuat di tiap pertandingannya.

3. Kurang Memuaskan, Tapi Saatnya Move On

Apapun yang terjadi sudah terjadi. Dua poin telah hilang. Mungkin lebih mudah untuk melihat dan fokus pada hal-hal negatif dalam pertandingan kemarin. Tetapi bukankah sedikit yang mengira PSS bisa mengalahkan Arema FC pada laga pembuka Liga 1.

Dalam permainan terbaiknya, Super Elja bisa dan mampu untuk terus membuat kejutan. Kejutan-kejutan berikutnya yang bisa membuat kita lupa tentang beberapa peluang yang gagal berbuah gol bagi PSS dan penyelamatan-penyelamatan Teja di pertandingan melawan Semen Padang FC.

Saatnya move on dari pertandingan semalam. Tim pelatih tentu akan melakukan evaluasi dan memperbaiki hal-hal yang belum sesuai harapan. Pemain juga pasti ingin selalu memenangkan laga dan memberikan penampilan terbaiknya. PT PSS dan manajemen pun tentu harus terus memberikan dukungan terbaiknya agar tim lapangan mampu bekerja secara maksimal.

Dan, kita, sebagai suporter, tetap dengan perannya. Mendukung tanpa jika. Memberikan energi tambahan bagi kaki-kaki penggawa saat tampil di lapangan. Saat semuanya sudah bergerak bersama, dengan tujuan yang sama, sayap-sayap Super Elja tentu akan terus bertambah kuat menghadapi kuatnya arus angina di Liga 1.

Kalah ku dukung, menang ku sanjung. Liga 1 baru berjalan dua pekan. Perjalanan masih panjang. Terus berbenah PSS!

Komentar

Comments are closed.