Analisis

Review PSS vs PSIS: Terkurung di Dalam Pressing Tinggi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman secara mengejutkan di taklukkan PSIS Semarang di Maguwoharjo. Super Elja yang tengah dalam tren positif, tidak mampu mempertahankan performanya. Kita bedah secara ringan bagaimana permainan PSIS bisa membungkam permainan PSS Sleman.

Saat menghadapi PSS, secara garis besar permainan PSIS tidak mengalami perubahan yang siginifikan. Mereka masih menyerang dengan mengandalkan dua gelandang Patrick Mota dan Arthur Bonai sebagai koneksi dan penyuplai bola ke koridor sayap.

Cara bertahan mereka juga masih relatif sama seperti yang mereka lakukan saat menghadapi Persebaya, Bali United, Persela dan Borneo. Tim Mahesa Jenar mencoba menekan dan menggangu fase awal lawan membangun serangan dengan formasi 4-2-3-1.

Posisi Striker yang diisi Escobar, mencoba untuk menggangu bek tengah yang memegang bola. Pemain sayap mereka berorientasi pada pergerakan fullback dan penjagaan gelandang PSIS terhadap pergerakan gelandang lawan.

Walaupun PSS berhasil mencetak gol cepat lebih dulu melalui mekanisme lemparan bola ke dalam disisi sayap kanan, sejatinya PSIS berhasil mengontrol permainan PSS sejak menit awal. PSIS berhasil mengganggu fase awal PSS dalam membangun serangan dengan posisi Escobar yang sedikit lebih agresif daripada pertandingan sebelumnya.

Striker andalan PSIS ini  berada lebih dekat di depan kotak penalti PSS untuk memutuskan koneksi antara Gufron dan Purwaka. Sementara itu, Ricky dan Brian ditempel ketat oleh gelandang PSIS.

Dengan strategi high pressing secara demikian, PSS tidak mampu mendominasi penguasaan bola di depan area Gufron dan Purwaka  yang pada akhirnya mempengaruhi  kualitas serangan PSS di fase selanjutnya.

Barisan pertahanan PSIS cukup leluasa dalam membangun serangan. Mereka  tidak mendapatkan tekanan yang sama seperti apa yang dilakukan PSIS dalam menggangu fase awal PSS membangun serangan.

Arthur Bonai dan Mota tidak mengalami kesulitan berarti untuk mendapatkan bola dari barisan belakang. Situasi ini membuktikan bahwa mereka selalu terakses oleh bola yang akhirnya memudahkan tugasnya dalam menyuplai bola ke area sayap.

Barulah pemain sayap mereka melakukan aksinya dan menyebabkan kekacauan di lini pertahanan PSS Sleman.

Komentar

Comments are closed.