Analisis

Riwayat Cedera Parah Zah Rahan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PS Sleman melakukan gebrakan dalam transfer pemain di awal bergulirnya Liga 1 musim 2020. Zah Rahan Krangar menjadi rekrutan asing terbaru. Zah Rahan akan menjadi pemain asing ke empat, sekaligus melengkapi skuat gemuk PSS di sektor gelandang.

Zah Rahan bukanlah nama asing di kancah sepak bola Indonesia. Pemain asal Liberia ini sudah malang melintang di berbagai klub di tanah air. Persekabpas, Sriwijaya FC, Persipura adalah beberapa tim yang sempat dia bela.

Selanjutnya, ia sempat hijrah ke Malaysia, memperkuat Felda United tahun 2014-2017. Setelah berkarir tiga musim di Malaysia, Zah Rahan memutuskan untuk kembali ke Indonesia, memperkuat Madura United.

Sebelum berlabuh di Sleman, Zah Rahan berkostum Madura United selama dua musim. Pada musim pertama di Pulau Garam, dia terlibat dalam 31 pertandingan. Sebanyak enam gol dan delapan asis berhasil dia catatkan sepanjang musim, dan membawa Madura United bertenger di posisi delapan klasemen akhir.

Atas penampilan impresifnya, Zah Rahan diproyeksikan untuk kembali memperkuat Madura musim 2019. Sayangnya, nasib berkata lain. Saat melakukan uji tanding pra musim melawan Malang United dia mendapatkan cedera di bagian otot pangkal paha nya.

Cedera tersebut semakin parah saat dia mengikut program latihan rutin. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, diketahui bahwa Zah Rahan mengalami cedera yang dikenal dengan nama ruptured rectus femoris, atau putusnya otot pangkal paha.

Dikutip dari pernyataan dokter yang menanganinya, dr. Evan, Sp.OT., M.Kes., hanya ada 5 kasus yang sama di dunia olahraga, yang kejadian mirip dengan dialami pemain asal Liberia tersebut. Empat kasus dialami oleh atlet bola basket dan 1 kasus yang dialami Zah Rahan.

Cedera itu membuat Zah harus tersingkir dari skuat Madura United. Tidak hanya itu, dia harus menjalani operasi penyambungan otot pangkal paha. Proses penyembuhannya membutuhkan waktu paling lambat empat bulan untuk bisa kembali beraktivitas. Pada kenyataannya, Zah Rahan harus absen sampai akhir musim.

Rectus femoris adalah otot paha depan yang berada di lapisan paling luar, yang merupakan bagian dari kompleks quadriceps. Otot ini berfungsi dalam sebagian gerakan dari paha atas.

Adanya cedera pada otot itu biasanya disebabkan karena adanya benturan atau kontraksi otot yang eksplosif. Pada literatur, dijelaskan bahwa pemain sepak bola bisa mengalami cedera tersebut saat menendang bola, terjadi benturan, atau melakukan gerakan β€œintense short run”.

Pada kasus rupture atau putusnya otot tersebut, tindakan operasi adalah penanganan yang paling tepat, terutama untuk seorang atlet. Tindakan operasional diharapkan bisa membuat sang atlet bisa kembali untuk beraktivitas dalam sepak bola.

Dalam proses penyembuhannya, dibutuhkan perjalanan yang amat panjang, mulai dari operasi, imobilisasi, fisioterapi, dan latihan fisik yang berjenjang. Walaupun luka operasi bisa kembali pulih hanya dalam hitungan minggu, tetapi perlu waktu berbulan-bulan supaya seorang atlet bisa kembali merumput.

Zah Rahan mendapat lampu hijau dari tim medis untuk kembali ke lapangan hijau pada musim ini. Namanya juga masuk dalam skuat pramusim Madura United. Di Piala Gubernur Jatim 2020, ia sempat diturunkan oleh Rahmad Darmawan di beberapa pertandingan. Meskipun pada akhirnya, dia dicoret dari skuat Madura United dan bergabung dengan PS Sleman.

Kembali merumputnya Zah Rahan di lapangan hijau menjadi bukti bahwa cedera yang dia alami sudah pulih. Menjadi harapan bersama bagi Sleman Fans, Zah Rahan bisa kembali menemukan permainan terbaiknya dan memberikan segenap kemampuannya untuk Super Elja.

Selamat datang, Zah Rahan Krangar!

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.