Opini

Separuh Musim Terlewat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Putaran pertama Shoope Liga 1 sudah berakhir. PS Sleman yang memiliki julukan Super Elang Jawa asuhan Seto Nurdiyantoro yang notabennya adalah tim promosi melalui separuh musim ini dengan perjuangan yang cukup keras dan alhasil PS Sleman saat ini menempati peringkat 7 dengan mengantongi 24 poin.

Suatu hal yang cukup positif mengingat kondisi tim yang ini yang baru saja promosi. Dukungan dari para Sleman Fans yang cukup besar membuatnya selalu dijuluki “Si Jago Kandang”, meskipun tidak memungkiri hasil laga kandang yang kurang begitu baik.

Pengaruh yang diberikan dari pihak manajemen tim Laskar Sembada sendiri sering kali mendapat sorotan dari Sleman Fans. Alhasil, permainan yang disajikan terkadang kurang begitu menarik bagi para penonton.

Tim yang diperkuat 29 pemain di putaran pertama ini juga menyajikan permainan yang mengagetkan, mengingat PSS Sleman merupakan tim promosi. Alhasil di laga pertama, PS Sleman berhasil membekuk tim tamu Arema FC di Stadion Maguwoharjo dengan skor 3-1.

Dengan mengantongi 24 poin yang diantaranya 6 kali kemenangan, 6 kali seri dan 5 kali kekalahan harus menjadi bahan evaluasi untuk tim asuhan Coach Seto. Menurut pandangan saya selaku suporter, faktor kelelahan lah yang menjadi hal utama performa para pemain.

Jadwal yang begitu padat dan recovery yang teramat singkat membuat fisik para pemain ketika pertandingan kurang begitu baik. Apresiasi untuk manajemen tim yang sudah mengatur jadwal recovery yang cukup baik meskipun banyak sindiran yang diterima dari masyarakat.

Terkait pemain asing rekrutan PSS Sleman, yakni Alfonso de la Cruz, Yevhen Bokhasvili, Brian Ferreira, dan Guilherme Batata memberikan dampak besar bagi tim ini. Terbukti 9 gol dari striker asal Ukraina itu menempatkannya di daftar top skor, meski bukan merupakan yang terbanyak.

Peran suporter yang juga begitu penting karena selalu mendampingi PSS Sleman ketika berlaga di manapun dan kapanpun. Cerita menarik ketika salah satu suporter yang hendak away ke Bandung menjual sesuatu jenis hewan, yakni ular” di media sosial twitter.

Tak pelak, hal itu membuat banyak warganet tertawa. Hal yang cukup unik karena dedikasinya yang diberikan untuk PSS Sleman sampai-sampai menjual hewan peliharaannya. Sungguh pengorbanan yang begitu unik dan patut diapresiasi.

Koreografi yang disajikan oleh para suporter juga patut diapresiasi, karena membuat koreo seperti itu tidaklah mudah dengan berbagai macam sifat seseorang yang ada di tribun. Akan tetapi karena solidnya para suporter akhirnya mampu memberikan koreo yang menarik tepatnya ketika HUT RI ke-74.

Aksi lain yang patut diberikan apresiasi ketika para suporter berbondong-bondong membersihkan Stadion Maguwoharjo sebagai bentuk kepedulian di lingkungan tribun. Hal yang sangat positif tentunya.

Aksi itu mampu membangkitkan kepeduliah para suporter cilik khususnya sebagai pembelajaran bahwa pentingya peduli terhadap lingkungan sekitar. Semoga aksi ini tidak berhenti begitu saja dan terus berlanjut ketika para suporter melakukan away ke kota lain.

Ada satu momentum lagi yang begitu membanggakan ketika pertandingan antara PSS Sleman dan PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo. Dibabak pertama tim asuhan Seto Nurdiantoro bermain kurang efektif sehingga skor berakhir 0-2 untuk PSM Makasar. Seketika para suporter terhening dan pesimis dengan hasil yang buruk dibabak pertama.

Semangat para suporterpun seakan-akan hilang begitu saja dan tertunduk meratapi nasib tim yang tertinggalan 0-2. Situasi seakan berbalik selanjutnya. Ketika memasuki babak kedua, permainan para pemain PSS Sleman mulai berkembang.

Brian Ferreira memecah skor untuk PSS Sleman melalui tendangan keras, seketika suporter teriak dan membangkitkan semangat para suporter. Begitu juga saat gol kedua tercipta oleh Brian Ferreira, tribun bergemuruh kembali.

Gol penentu kemenangan yang diciptakan oleh Hari Yudo berhasil memanfaatkan ketenangannya dan satu stadion pun berteriak haru dan bangga. Sungguh pertandingan yang tidak bisa dilupakan oleh para suporter, pemain, dan manajemen.

Terima kasih untuk para pemain, pelatih, jajaran, manajemen yang sudah berjuang keras demi mendapatkan hasil positif disetiap pertandingan. Semoga diputaran kedua Liga 1 selalu menyajikan pertandingan yang menarik bagi Sleman Fans. Teruntuk para suporter teruslah berkreasi, tunjukkan kepada dunia bahwa kita suporter yang baik, bijak, dan kreatif.

Komentar

Comments are closed.