Berita

Seto Berharap Manajemen Bisa Banyak Belajar Dari Bali United

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Super Elja tidak bisa diperkuat oleh motor serangan utamanya. Hal tersebut membuat pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro harus memutar otak untuk memikirkan pemain yang bisa diproyeksikan untuk mengganti peran Brian Ferreira dan Dave Mustaine.

“Brian memang vital dan pemain seperti Dave dan Ricky tidak bisa kami bawa. Untuk mengatasi hal itu kita ada Saimima, bisa juga Rangga atau Haris di posisi tersebut. Kita lihat nanti bagaimana kita akan mengelola pemain yang tepat untuk di posisi itu,” jelas coach Seto.

Dengan situasi tersebut, pelatih asal Kalasaan ini menganggap kondisi pemain yang ada di antara skuat PSS Sleman dengan Bali United bagaikan langit dan bumi. Apalagi tim Serdadu Tridatu akan bertambah kekuatannya setelah William Pacheco dan Brwa Nouri siap untuk diturunkan.

“Dari awal pembentukan kami, artinya memang sangat minimalis. Kalau kita lihat juga dari finansial yang dikeluarkan, tim ini paling kecil atau paling sedikit. Tapi teman-teman pemain memiliki harapan dan kebanyakan mereka dari Liga 2. Mereka punya ambisi untuk eksis tampil di  Liga 1. Harapannya motivasi tersebut bisa menonjol dari para pemain,” ungkapnya.

Keikutsertaan PSS Sleman yang baru seumur jagung di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, membuat persiapan jauh dari sempurna. Apalagi dengbila dibandingkan dengan tim-tim lain yang ditunjang dengan finansial mapan. Untuk itu coach Seto berharap pihak manajemen, PT, dan pihak terkait banyak beajar dari tim kebanggan masyarakat Bali ini.

“Sebenarnya kalau mau, manajemen juga belajar dari Bali United. Bagaimana caranya mengelola tim, bagaimana menghadapi kondisi seperti ini. Saya pikir kedalaman tim Bali United cukup bagus  artinya dari pemain inti ataupun cadangan tidak ada perbedaan yang sangat signifikan. Jadi tidak ada kendala seperti kami. Jadi Harapannya kami banyak belajar dari sini, baik itu manajemen, PT , maupun kami di tim pelatih. Ya inilah salah satu tim yang profesional di Liga 1,”tambahnya.

Meski situasi yang dihadapi saat ini cukup sulit, pemain dan pelatih tidak ingin putus asa. Mereka akan memberikan yang terbaik demi lambang candi di dada dan semua suporter PSS Sleman. Apalagi bila melihat target bertahan di Liga 1 dan perjuangan yang  masih panjang.

“Saya tidak pesimis tetapi dengan situasi seperti kami hanya akan mencoba apa yang semampu kami akan berikan untuk tim PSS dan suporter  tentunya. Harapan kami ada motivasi yang lebih dari para pemain,” pungkasnya.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.