Berita

Seto: Saya Ingin Bermain Terbuka

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Super Elja sukses menampilkan permainan terbaiknya kala melawat ke Stadion PTIk, markas Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut, kedua tim bermain atraktif dan terbuka sehingga tak jarang baik tim tuan rumah dan tim tamu saling jual beli serangan.

PSS unggul lebih dulu setelah setelah pada menit ke 59, Yevhen Bokhashvili sukses mengkonversi gol memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Wahyu Tri. Tak ingin dipermalukan di kandangnya sendiri, skuat asuhan Paul Munster mulai menaikkan tempo serangan. Hal ini memaksa Super Elja bermain lebih bertahan.

Meski demikian, Seto mengaku tidak mengarahkan timnya untuk tampil bertahan. Menurutnya Guilherme Batata dan kolega mampu untuk bermain dengan ciri khasnya dan mengimbangi permainan tuan rumah.

“Saya pikir saya tidak akan menurunkan tempo atau menjadi bertahan (setelah mencetak gol). Saya tidak ingin menurunkan tempo, karena saya lihat pemain juga bisa mengimbangi. Sebenarnya saya ingin tetap bermain terbuka. Ini yang menjadi evaluasi saya,” terang Seto Nurdiyantoro pada saat konferensi pers.

Dengan rajinnya gelandang bertahan naik membantu serangan, tentu hal tersebut juga membuat celah di lini belakang. Upaya Bruno Matos dan Dendy Sulistyawan kerap kali membahayakan gawang Ega Rizky. Lini pertahanan yang digalang Alfonso de la Cruz dan Ikhwan Ciptady terlihat kalang kabut menghalau serangan lini depan The Guardians.

“Pertahanan kami terutama di lini tengah setelah kita memasukkan agak sedikit kacau, karena ada gelandang bertahan yang begitu liar. Akhirnya kami sering terkena serangan,” tambahnya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Super Elja. Meski meraup poin penuh dari kandang lawan, Seto akan tetap mengevaluasi tiap individu para pemainnya.

“Harapannya ke depan, walaupun kami sedang memenangkan pertandingan, cara bermainnya jangan berubah. Ini menjadi evaluasi tiap individu, bagaimana seharusnya bermain kalau kita sedang menang atau kita ketinggalan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.