Berita

Seto Ungkapkan Pengaruh Ditutupnya Tribun Selatan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kerusuhan antar suporter yang terjadi kala PSS Sleman bertemu Arema FC membawa dampak buruk bagi Laskar Sembada. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman yang mengharuskan ditutupnya tribun selatan selama empat laga dimulai dari pertandingan melawan Semen Padang FC.

Meski telah mengajukan banding, tetapi untuk laga melawan Kabau Sirah, Super Elja dipastikan tampil tanpa suporter di tribun selatan. Menanggapi hal itu, Seto sedikit mempertanyakan tentang keputusan dari Komisi Disiplin.

“Ini menjadi pertanyaan saya. Mengapa tribun selatan yang ditutup? Namun, kita hargai keputusan dari federasi,” ujarnya.

Mengenai imbasnya terhadap tim, pelatih asal Kalasan itu mengakui penutupan tribun selatan pasti ada efeknya. Walaupun ia tidak menampik bahwa hal itu pengaruh negatif, tetapi Seto ingin anak asuhnya menyikapi dengan positif.

“Harapan saya, dengan hukuman itu, pemain termotivasi ingin mempersembahkan kemenangan untuk mereka yang sering di tribun selatan,” terang mantan pemain Timnas itu.

Secara pribadi, Seto mengungkapkan betapa penghuni tribun selatan sangat support kepada tim. Alhasil, ia dan anak asuhnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan. “Kami juga akan berusaha, membuat mereka bahagia. Namun, apapun hasilnya yang penting kami sudah berusaha,” pungkasnya.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.