Berita

Tak Ada Kemenangan PSS Sleman Atas Bhayangkara FC

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Laga PSS Sleman melawan Bhayangkara FC dimulai kala wasit berlisensi FIFA, Yudi Nurcahya meniupkan peluitnya. Tak ada serangan berarti selama sepuluh menit pertama. Hanya saja, Super Elja sudah harus mendapat satu kartu kuning akibat tekel keras Asyraq Gufron menghantikan serangan lawan dari sisi kiri.

Tembakan pertama yang mengarah ke gawang pada laga ini dibuka oleh gelandang bertahan Bhayangkara FC, Lee Yu-jun. Berawal dari skema sepak pojok, bola liar yang mengarah ke depan kotak penalti langsung disambar gelandang asal Koera Selatan tersebut. Namun, bola masih dapat ditangkap Ega Rizky.

The Guardian kembali melakukan serangan melalui Flavio Beck. Bola yang mengarah ke kotak penalti gagal diantisipasi dengan baik oleh Alfonso de la Cruz. Si kulit bulat jatuh di kaki Flavio yangberada di depan kotak penalti. Mantan pemain Borneo FC itu langsung melepaskan shooting yang gagal dihentikan oleh Ega Rizky.

Sementara itu, tembakan pertama PSS Sleman baru diperoleh setelah menit ke-20. Indra Kahfi melanggar Rangga Muslim di depan kotak penalti. Yevhen Bokhasvili yang mengambil tendangan bebas mengarahkan bola ke sudut atas gawang. Sayangnya bola masih melambung.

Peluang terakhir Laskar Sembada di paruh pertama diperoleh melalui Brian Ferreira. Gelandang asal Argentina itu mengambil bola mati hanya beberapa meter dari garis kotak penalti, tetapi masih membentur pagar hidup. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Lagi-lagi Flavio membuka peluang di babak kedua. Berada di depan kotak penalti PSS Sleman, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu melepaskan tembakan keras. Akan tetapi, si kulit bulat masih melambung tinggi tidak mengarah ke gawang.

Tak ingin terus tertinggal, Super Elja berusaha menyerang. Wahyu Sukarta memberikan umpan lambung ke ruang di belakang bek lawan. Hal itu memaksa Wahyu Tri Nugroho maju untuk menghalau bola. Namun, si kulit bulat jatuh di kaki Yevhen. Setelah mendapatkan ruang, striker asal Ukraina itu menempatkan bola ke sudut gawang yang gagal diantisipasi oleh pemain Bhayangkara FC.

The Guardian langsung membalas. Berawal dari kesalahan Bagus Nirwanto, pemain sayap Bhayangkara FC memberikan bola kepada Ramiro Fergonzi. Ramiro bermaksud memanfaatkan Ega yang sedikit keluar dari gawangnya dengan melapaskan tendangan. Namun, Ega cepat kembali ke posisinya dan dapat menghalau bola.

Pertandingan sepat dihentikan selama delapan menit kala umpan Bagus Nirwanto memaksa Wahyu Tri Nugroho keluar dari sarangnya untuk menghalau bola. Pada saat yang sama, Indra Kahfi juga berlari mengejar bola. Terjadi benturan yang tak terhindarkan. Kedua pemain tersebut terkapar. Indra Kahfi dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Wahyu Tri Nugroho harus diperban hingga akhir laga.

Setelah pertandingan kembali dilanjutkan. PSS Sleman mencoba mengambil inisiatif serangan. Berkali-kali Hari Yudo, Brian, dan Yevhen berusaha menembus pertahanan Bhayangkara FC, tetapi tetap gagal. Hingga peluit akhir pertandingan, hasil imbang 1-1 tetap bertahan. Sesaat setelah laga usai, Wahyu Tri Nugroho juga dilarikan ke rumah sakit.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.