Opini

Tentang Kepantasan Seto Nurdiantoro Menjadi Pelatih Kepala

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Air mata Seto Nurdiantoro mengucur deras begitu peluit panjang tanda berakhirnya laga semifinal leg kedua berakhir. Kemenangan atas Kalteng Putra membuat tim yang dilatihnya, PSS Sleman secara resmi promosi ke Liga 1.

Tangisan haru Seto masih pecah ketika pemain yang juga merupakan didikannya di PSIM Yogyakarta, Rangga Muslim, memeluknya. Senyumnya terkembang saat dilemparkan ke udara oleh seluruh anggota tim sebagai ungkapan kebahagian sekaligus kebanggaan terhadap juru taktik Super Elja tersebut.

Seusai laga final, pertanyaan bergulir tentang pantas tidaknya Seto menjadi pelatih kepala Laskar Sembada di Liga 1. Ditengah guliran bola opini yang semakin liar, muncul pendapat dari Ichsan Pratama. “Pantaslah, dia yang bawa (PSS) Sleman Liga 1,” ujar pemain terbaik Liga 2 musim 2018 itu mengenai kepantasan Seto sebagai pelatih kepala PSS Sleman musim depan.

PT Liga Indonesia Baru memberi syarat kepada tim Liga 1 untuk menggunakan pelatih dengan lisensi AFC A. Syarat itu akan bertambah berat pada musim kompetisi 2021 yang mewajibkan tim Liga 1 untuk menggunakan pelatih dengan lisensi AFC Pro.“Sudah layak jadi pelatih kepala, syaratnya sudah memenuhi juga,” ujar Dave Mustaine.

Ucapan pemain yang dinobatkan menjadi man of the match laga final Liga 2 tersebut jelas bisa diterima. Terlebih lagi Seto sedang mengambil kursus lisensi kepelatihan AFC Pro yang akan selesai pada tahun depan. Jadi dari segi syarat, Seto tak hanya memenuhi untuk musim depan saja tetapi juga untuk tiga musim lagi andai saja ia dinyatakan lulus dalam kursusnya.

Namun, menjadi pelatih kepala tak melulu bicara soal syarat administratif saja. Dari segi hal-hal yang berkaitan dengan permainan pun seorang pelatih juga harus memilikinya. Soal memberi semangat misalnya. “Mungkin karena dia mantan pemain juga, dalam memberi motivasi dia juga bagus apalagi kita (PSS Sleman) banyak pemain muda,” ujar Ichsan.

Kelebihan Seto yang lain adalah kemampuannya dalam menangani pemain dari segi taktikal. Ia tau apa yang harus dilakukan kepada seorang pemain. “Coach Seto lebih taktikal dia lebih mengutamakan sentuhan satu ke sentuhan lain. Mungkin dia lebih pinter baca karakter bermain pemainnya seperti apa,” ungkap Dave yang sudah bekerja dengan Seto sejak ajang ISC B.

Hal senada juga diungkapkan Ichsan. Menurut mantan pemain PSPS Riau tersebut, memberikan rasa nyaman kepada pemain adalah hal yang penting bagi seorang pelatih. “Sebenernya gini, seberapapun bagus seorang pelatih, tetap yang penting itu pelatih bisa bikin nyaman pemain. Mengerti karakter pemain dan mengerti bagaimana karakter tim ini (PSS Sleman),” tuturnya.

“Dari segi latihan saya senang, kita banyak latihan langsung sambil pegang bola,” lanjut Ichsan. Pendekatan melatih seperti itu yang disebut sebagai pendekatan holistik, sesuai dengan apa yang tertuang dalam Filanesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia). Meskipun Seto belum menerapkan secara menyeluruh, namun pendekatannya sudah mengarah ke sana.

Pendekatan holistik secara sendirinya akan melatih aspek teknik, taktik, fisik dan mental tanpa harus melakukan latihan aspek-aspek tersebut satu-persatu. Pendekatan itu juga telah lazim dipakai oleh negara-negara maju di Eropa, seperti Jerman, Spanyol dan Perancis.

Pengalamannya sebagai pemain juga berbicara. Gaya permainan Seto yang cenderung efisien saat masih aktif sebagai pesepakbola menjadi dasar permainan tim yang diasuhnya. “Dia ngajarin kita untuk efisien. Bermain bola itu tidak harus menghabiskan tenaga banyak-banyak. Yang penting bagaimana caranya bola ini ke depan bikin gol, enak dilihat penonton, dan menyenangkan,” kata Ichsan tentang gaya permainan yang diajarkan Seto.

Lagi pula pergantian pelatih terkadang juga menimbulkan masalah. “Dia (Seto) lebih tau tim PSS Sleman ini. Apalagi dia udah punya kerangka, punya filosofi permainan. Kalau ganti pelatih, mungkin beda lagi gaya main yang dipakai. Penyesuaian lagi, kita dari nol lagi,” Ichsan menjelaskan kekhawatirannya.

“Kalo dia (Seto) tetap pelatih, dia pasti sudah punya pandangan Liga 1 seperti ini. Dia sudah tau mau main seperti apa, sekarang sudah punya pemain seperti apa, punya kerangka permainan seperti apa, mungkin tinggal tambah beberapa pemain untuk melengkapi,” pungkas Ichsan.

Komentar
Andhika Gilang

Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.