Opini

Tiga Catatan Penting PSS Sleman Usai Piala Presiden 2019

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pramusim merupakan fase krusial dalam membentuk sebuah tim sepak bola. Pelatih akan memulai membangun pondasi awal tim untuk mengarungi musim yang panjang pada fase ini. Staf dan pemain akan menjalani latihan bersama dan mengenal satu sama lain.

Dalam Piala Presiden 2019, PSS Sleman beruntung tergabung ke dalam grup yang berisi tim-tim besar dengan target tinggi di Liga 1 nanti. Sehingga cukup banyak pengalaman dan catatan-catatan penting yang bisa diambil. Kami rangkum pekerjaan rumah Super Elja yang bersifat fundamental bagi sebuah klub kedalam menjadi tiga poin penting:

1. Struktur Tim Pelatih dan Supporting System

Seorang pelatih tentu tidak bisa menyiapkan keseluruhan tim secara sendirian. Untuk itu dibutuhkanlah orang-orang yang berkompeten dan berada dalam satu visi dengan sang pelatih untuk meracik tim sesuai yang diinginkan oleh pelatih. Kualifikasi pelatih yang mumpuni secara standar lisensi tentu akan menaikkan standar kualitas melatih. Berikut kualifikasi minimal kepelatihan klub profesional PSSI:

Supporting system adalah sistem dukungan secara struktural yang dikontrak secara profesional sesuai dengan kebutuhan pelatih. Menambahkan tujuh daftar diatas, seperti dokter tim, psikolog, nutrisionis, analis pertandingan dan tim statistik. Musim lalu, peran dari dokter tim, analis pertandingan dan psikolog mampu mendukung Coach Seto Nurdiantoro membentuk tim juara.

Dengan komposisi pemain yang ada saat ini, serta menyempitnya opsi penambahan pemain, maka tim pelatih dan manajemen harus berpikir kreatif bagaiman caranya membentuk supporting system agar mendukung para pemain memahami dan mendukung visi permainan yang diinginkan pelatih.

Taktik dan strategi yang akan digunakan oleh coach Seto,tak akan berhasil bila tidak mendapatkan analisis dan kinerja dari staf dan supporting system yang baik. Tidak harus seperti Pep Guardiola yang memiliki 16 staf kepelatihan yang setia mendampinginya di bench. Namun paling tidak PSS, memiliki staf dengan standar klub profesional Liga 1 yang telah ditetapkan oleh PSSI.

2. Kelengkapan Pemain

Mengandalkan K.H. Yudo seorang di lini depan selama Liga 1 mendatang, jelas sebuah masalah besar. Bagi kompetisi panjang, tentu kedalaman skuat yang merata akan berpengaruh besar bagi keseimbangan sebuah tim. Kualitas pemain yang jomplang dan tidak lengkap akan membuat tim pelatih kebingungan, kala salah satu pemain kuncinya harus absen.

Saat ini, setidaknya PSS masih membutuhkan beberapa tambahan pemain di beberapa posisi seperti lini depan, lini sayap, lini tengah, dan fullback kanan. Bila tidak mendapatkan opsi dari pemain lokal, manajemen masih memiliki sekitar dua slot lagi untuk mendatangkan pemain asing.

Pemain asing yang didatangkan mesti memiliki skill dan visi bermain di atas rata-rata pemain yang sudah ada. Hadirnya pemain asing yang berkualitas diharapakan bisa menjadi tumpuan dan menjadi pembeda dari berbagai macam situasi pertandingan. Pelatih dan manajemen harus duduk bersama membahas pemain yang akan didatangkan.

Selain itu, seleksi ketat bagi pemain asing juga perlu diberlakukan agar tidak asal-asalan seperti membeli kucing dalam karung. Calon pemain harus diseleksi secara administrasi dan tes medis agar meminimalisir resiko-resiko yang tidak diinginkan kemudian hari.

3. Pematangan Taktik dan Strategi

Setelah jajaran pelatih dan pemain lengkap, maka tahap selanjutnya adalah pemantapan strategi dan taktik. Tim pelatih akan segera elaksanakan program yang telah disusun ke dalam tactical periodisation untuk diterapkan kepada anak asuhnya.

Dengan berlangsungnya turnamen Piala Presiden, PSS sudah berhadapan dengan tim-tim yang bisa dibilang diatas levelnya. Karena notabene PSS merupakan tim promosi dan sedang merancang dari awal skuatnya.

Dari raihan dua kekalahan dan satu kemenangan selama Piala Presiden, tim pelatih PSS bisa memetakan sejauh mana perkembangan para penggawa Super Elja. Selanjutnya menentukan kelebihan dan kekurangan tim untuk di evaluasi selama sisa waktu latihan masa pramusim. Dengan catatan, pra-musim akan berjalan lebih maksimal bila skuat dilengkapi lebih cepat.

Dengan berakhirnya keiikutsertaan di Piala Presiden, bukan berati tim kembali memasuki masa liburan. Kesebelasan mestinya disibukkan dengan menyusun jadwal latihan dan uji tanding persahabatan, karena kompetisi yang sesungguhnya baru akan dimulai. Kita tak ingin sekedar mampir, bukan?

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.