Berita

Tuntutan Tak Dipenuhi, BCS Siap Kosongkan Tribun Selatan Maguwoharjo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Lengsernya Seto Nurdiyantoro dari kursi kepelatihan ternyata menimbulkan efek domino. Penunjukan pelatih baru dan absennya media ofisial klub dari konferensi pers pengumuman pelatih anyar PS Sleman musim 2020 bak genderang perang yang ditabuh sendiri oleh PT Putra Sleman Sembada.

Pendukung PS Sleman yang senantiasa menduduki tribun selatan Stadion Maguwoharjo, Brigata Curva Sud mengambil sikap tegas terkait kejadian ini. Dalam rilis di laman resminya bcsxpss.com, mereka tak segan-segan untuk memboikot seluruh pertandingan PSS.

Bila menilik akar masalah sebelumnya, BCS memiliki delapan tuntutan penting pada awal musim Liga 1 2019. Setelah dievaluasi di akhir musim, tuntutan tersebut dinilai gagal dipenuhi oleh PT PSS. Padahal delapan poin tersebut sangat penting untuk menunjang performa skuad Super Elja.

Salah satunya adalah lapangan latihan. Musim 2019 PS Sleman akrab sekali dengan berpindah-pindahnya venue latihan. Tak dapat dipungkiri maslaah teknis pun bermunculan. Seperti program latihan yang ditentukan pelatih tidak dapat diterapkan lantaran kondisi lapangan yang kurang mendukung. Selain itu pemain pun acap kali dibekap cedera akibat kontur  tanah yang berbeda-beda dan harus melakukan penyesuaian terhadap lapangan.

Dengan kejadian tersebut BCS menginginkan adanya perubahan besar. Bukan hanya satu-dua orang sebagai pelega sesaat saja, BCS ingin orang-orang yang memegang PSS adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya sehingga bisa membawa tim kebanggaannya lebih baik. Bila tidak, BCS siap untuk memboikot seluruh pertandingan PSS.

Sejumlah nama-nama disebutkan dianggap tidak berkompeten,memiliki kemampuan serta peran terhadap situasi yang terjadi, diantaranya:

1. Soekeno – Pemilik Saham Mayoritas PT. PSS

Gagal memenuhi 8 tuntutan yang sudah beliau tandatangani di atas materai dan adanya kontrak pemain tanpa rekomendasi pelatih.

2. Fatih Chabanto – CEO PSS September 2019 – Januari 2020

Gagal berperan sebagai CEO, baik dalam menjalin kerja sama dan memenuhi 8 tuntutan.

3. Teguh Wahono – General Manager PT PSS 2019

Gagal berperan sebagai seorang General Manager, baik dalam manajemen dan PT, serta gagal memenuhi 8 tuntutan.

4. Yohanes Sugianto – Humas PT PSS & Manajer Akademi 2019

Memiliki peran dan posisi ganda, baik secara PT dan manajemen.

5. Listiyanto Raharjo – Pelatih Kiper PSS 2018 – 2019

Gagal menujukan sikap profesional dalam peran dan tugasnya, merujuk tidak adanya evaluasi reguler pelatih kiper. Belum memiliki lisensi sesuai regulasi PT LIB.

6. Alfonso de la Cruz – Pemain PSS

Gagal menujukan sikap profesional seorang pemain, terutama mengenai kedisiplinan dalam berlatih.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.