Berita

Usai Latihan Perdana, Pelatih Akan Adakan Tes Fisik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Skuat Super Elja akhirnya bisa menggelar latihan perdana dalam rangka persiapan menuju lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Sebelumnya latihan terpaksa di tunda lantaran harus menunggu keluarnya hasil tes swab sebagai syarat wajib protokol kesehatan di masa pandemi untuk malanjutkan kegiatan tim.

Sejauh pantauan kami melalui siaran langsung channel Youtube PSS TV, latihan yang digelar di lapangan Yogyakarta Independent School (YIS) tampak dinaungi awan mendung. Pemain pun antusias dalam menerima materi dan menjalankan intruksi dari pelatih fisik.

Pelatih fisik PSS, Danang Suryadi mengatakan latihan perdana PSS kemarin telah diikuti 29 pemain, lima diantaranya merupakan pemain akademi.

Pemain senior yang belum hadir diantaranya adalah Aaron Evans masih menunggu proses administrasi dan persetujuan dari dokter untuk bisa bergabung dengan pemain lain.

“Materi latihan hari ini daya tahan sama teknik. Jadi program hari ini itu hasil koordinasi kita dengan Coach Dejan. Jadi sambil menunggu Coach Dejan datang ke sleman dia kirimkan program untuk hari ini besok dan sampai dia datang,” jelasnya.

Dalam memantau kondisi fisik pemain setelah libur, Danang mencoba memberikan sedikit tes kepada pemain. Kemudian melakukan pengecekan denyut nadi pada saat latihan dan istirahat.

Hasil yang di dapat, kondisi para penggawa Super Elja berada dalam kondisi yang tidak bagus. Ia mengatakan akan ada tes fisik untuk mereka untuk menyusun program pengembalian fisik pemain.

“Jadi tergantung hasil tes, turunnya sejauh mana. Ada di bawah di tengah atau di mana. Itu nanti akan jadi zero point kita untuk memulai start-nya dari mana. Memang waktunya tidak ideal apalagi ada info akan padat sekali jadwalnya. Bisa seminggu dua kali atau semingggu tiga kali pasti ada risiko lah dari persiapan yang pendek dan jadwal yang pendek,” ujarnya.

Meski pandemi Covid-19 ini membawa dampak yang cukup negatif dari berbagai sisi, pelatih yang musim lalu menangani Persebaya ini mencoba melihat dari sisi yang lain. Ia melihat kebiasaan baru yang diterapkan bisa membawa perubahan positif bagi pemain.

Misalnya, belajar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan dan mandi setelah bepergian. Menurutnya di awal-awal pasti akan terasa sulit, namun hal tersebut akan berdampak positif bagi kesehatan anggota tim.

“Tadi juga, kelengkapan pemain kita bagi satu-satu, mereka tanggung jawab sendiri. Mereka bawa pulang sendiri, membawa perlengkapan sebelum dan sesudah latihan lalu mereka bersihkan sendiri. Nah itu aturan baru untuk mereka. Saya pikir itu positif, bagaimana mereka bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri,” tambahnya menjelaskan.

Dalam masa pandemi ini PSS memang memberlakukan aturan yang ketat. Manajemen sudah membentuk aturan protokol kesehatan yang dirangkum dari protokol kesehatan yang ditetapkan dari FIFA, WHO dan PSSI.

Protokol kesehatan itu dibuat lebih ringkas dan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh para pemain dan lainnya. Protokol tersebut terdiri dari protokol kesehatan pertandingan, latihan, laga tandang, dan saat di mes pemain.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.