Berita

Zamzani: Tiga Poin Harga Mati

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman akan menghadapi tantangan berat kala harus menjamu tim peringkat tiga klasemen Wilayah Timur, Blitar United FC. Super Elja bermodalkan raihan positif dengan mengumpulkan dua kemenangan dari dua laga terkahir, termasuk menang besar 5-0 atas Semeru FC.

Sementara itu Blitar United masih berkutat dengan kebugaran pemain mereka setelah menang 2-4 atas tuan rumah Madiun Putra FC di pekan ini. Hal tersebut berbanding terbalik dengan PSS yang menyimpan sebagian besar tim utama dengan menurunkan tim lapis kedua kala bertandang ke Stadion Citarum menghadapi PSD Demak.

Salah satu pemain muda yang dimiliki PSS Sleman, M Hamdan Zamzani, menegaskan timnya harus mampu mengamankan tiga poin bila tidak ingin dilangkahi tim kebanggaan masyarakat Blitar di papan klasemen. Menurutnya, semua pemain sudah siap bertarung kontra tim Kuda Merah.

“Kita para pemain sudah siap untuk bermain besok sore (Sabtu, 21/7) . Semoga tren positif di pertandingan sebelumnya bisa kita bawa untuk pertandingan besok. Insyaallah tiga poin harga mati untuk kita,” jawabnya dengan nada optimis.

Dari sembilan pertandingan liga yang telah dijalani, PSS mencatatkan 17  lesakan gol ke gawang lawan. Sementara itu, lini belakang mesti menghadapi pekerjaan rumah karena telah kebobolan 6 gol. Lini pertahanan sempat menjadi sorotan kembali tatkala saat melawan Semeru FC Lumajang, duet Zamzani-Tolle sempat beberapa kali melakukan kesalahan yang berakibat peluang berbahaya bagi gawang Ega Rizky. Namun beruntung Semeru FC juga buruk dalam penyelesaian akhir.

Zamzani tidak mengetahui secara pasti apa penyebab labilnya pertahanan PSS Sleman. Menurutnya hal tersebut bisa dikaitkan dengan faktor kelelahan pemain dalam menjalani jadwal yang padat.

“Kalau diri sendiri ya, mungkin karena faktor kelelahan juga bisa,” terangnya.

Coach Seto Nurdiantoro mengatakan, pihaknya hanya memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh timnya. Tak dapat dipungkiri penggawa Laskar Sembada juga sempat mengalami kelelahan. Seto berusaha menyiasati kondisi yang ada dengan rotasi di bagian tertentu. Ia berharap Zamzani dan rekan-rekannya bekerja lebih keras lagi agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Saya sudah bilang sama pemain, saya mengkondisikan secara umum, tapi yang tahu persis kondisi pribadi ya pemain itu sendiri. Jadi  ini yang harus kita siasati dengan jadwal padat. Bagaimana pemain bisa tampil lebih efektif lebih efisien tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

Di sesi akhir konferensi pers, Seto sempat menerima pertanyaan apakah penampilan Zamzani sudah memenuhi ekspektasinya atau belum. Namun dijawabnya dengan nada bercanda.

“Sesuai sih belum tapi lumayanlah kan gitu, kalau dia mencerna kata-kata saya berarti dia harus meningkatkan,” jawabnya sambil melepas tawa kepada wartawan yang hadir.

Komentar
Awaludin Al Arif

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.